SUARABOTIM.COM – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Seluruh Indonesia (APPSI), Ahmad Muzani, menghadiri Kontes Sapi Piala Presiden berskala nasional di Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (4/10/26).
Kontes sapi tersebut dihadiri Ketua APPSI H. Dadang, Anggota DPR RI Mulyadi, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, serta jajaran dinas terkait.
Ahmad Muzani mengatakan, kontes sapi APPSI yang digelar di Kabupaten Bogor menjadi salah satu kontes terbesar yang pernah diselenggarakan. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang mencapai angka tinggi serta pelaksanaan kegiatan yang dinilai berjalan dengan baik.
“Hari ini APPSI menyelenggarakan Kontes Sapi di Kabupaten Bogor. Kontes Sapi di Kabupaten Bogor sekarang ini adalah kontes sapi yang dalam catatan kami terbesar dari seluruh kontes sapi yang sudah pernah dikerjakan,” katanya kepada SuaraBotim.Com.
Ahmad Muzani menjelaskan, selain jumlah peserta yang banyak, penyelenggaraan kontes di Stadion Gelora Pakansari juga berlangsung rapi.
Namun, Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia lokal, Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati dan Wakil Bupati Bogor atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Ahmad Muzani juga menyoroti potensi lahirnya rekor baru dalam kontes sapi nasional di Kabupaten Bogor itu.
“Kalau di Wonosobo kontes sapi terakhir, sapi terberat dari kelas extreme itu ada 1.405 kilogram. Itu adalah sapi terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga berharap kontes sapi di Kabupaten Bogor dapat menghasilkan sapi dengan bobot yang melampaui rekor tersebut.
“Harapan kita di Bogor ini bisa menembus 1.405, syukur-syukur 1.500. Kalau 1.500 kita pastikan ini adalah sapi terberat di dunia,” katanya.
Terlebih, Muzani menuturkan, kontes sapi menjadi salah satu bentuk partisipasi peternak dari berbagai daerah dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada daging.
Perkembangan peternakan sapi, lanjut dia, saat ini tidak lepas dari upaya peternak melakukan persilangan berbagai jenis sapi unggul untuk menghasilkan kualitas dan bobot yang lebih baik.
Ia mencontohkan sapi Peranakan Ongole (PO) yang disilangkan dengan jenis sapi lain seperti Brahman dan Limousin hingga menghasilkan berbagai jenis persilangan unggul.
“Pemerintah melakukan itu juga, tetapi pemerintah sekarang ini mendorong masyarakat, para peternak di daerah-daerah untuk melakukan persilangan tersebut,” jelasnya.
Muzani menilai penyelenggaraan kontes sapi di berbagai daerah, seperti Bogor, Jember, Wonosobo, Solo hingga Lampung, menjadi salah satu cara untuk mendorong kreativitas dan inovasi para peternak.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha peternakan sapi yang dinilai memiliki prospek ekonomi.
“Beternak sapi itu menyenangkan, menggembirakan, menguntungkan, dan memberi harapan terhadap masa depan,” pungkasnya.
(Pandu Maulana)







