SUARABOTIM.COM – Ketua RW setempat, Cecep, mengungkapkan bahwa S (57), warga yang ditemukan meninggal dunia di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sudah sekitar satu tahun tinggal seorang diri di rumahnya.
Menurut Cecep, korban memilih tinggal sendiri meski istri dan anaknya berada di Cibinong. Dalam kesehariannya, korban lebih banyak berada di rumah dan sudah lama tidak bekerja.
“Dia tinggal sendiri, kurang lebih sudah setahun. Keluarganya di Cibinong, tetapi dia maunya tinggal di sini,” kata Cecep kepada SuaraBotim.Com, Kamis (15/10/26).
Cecep menuturkan, korban masih beberapa kali terlihat keluar rumah, termasuk pada malam hari. Namun, belakangan ini kondisi korban terlihat seperti sedang sakit, meski dirinya tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita.
Warga sekitar juga masih menunjukkan kepedulian terhadap korban. Selain keluarga yang sesekali mengirimkan sembako dan makanan, sejumlah warga turut membantu memenuhi kebutuhan makan korban.
Terakhir kali korban terlihat warga pada Selasa (13/10/26). Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa, termasuk terlihat keluar rumah pada malam hari dan kembali terlihat oleh tetangga pada siang harinya.
Namun, pada Kamis (15/10/26) pagi, warga mulai curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Kondisi rumah yang masih tertutup dan lampu yang menyala turut membuat warga khawatir.
“Warga kemudian berinisiatif memeriksa rumah korban. Saat berhasil masuk, korban ditemukan sudah meninggal dunia di ruang tamu,” ungkapnya.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah tercium bau tidak sedap dari sekitar rumah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pengurus lingkungan dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Sebelumnya, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hilal Adi Imawan, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh dokter Puskesmas Desa Bojong Nangka tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diduga meninggal dunia akibat sakit, tetapi penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi.
(Pandu Maulana)







