SUARABOTIM.COM – Pekan Seni Media (PSM) RUPAKALA menjadi ruang bagi para seniman untuk menampilkan karya sekaligus menyampaikan gagasan dan pandangan terhadap kehidupan sosial.
Salah satu peserta yang turut meramaikan kegiatan tersebut adalah komunitas Bogor Sketchers.
Perwakilan Bogor Sketchers, Ersta Andantino mengatakan, karya-karya yang ditampilkan dalam PSM RUPAKALA berangkat dari hasil pengamatan terhadap masyarakat dan berbagai fenomena sosial yang terjadi di sekitarnya.
Menurut dia, setiap karya tidak hanya merekam realitas sosial, tetapi juga turut dipengaruhi oleh pandangan pribadi sang seniman.
“Karya-karya ini adalah hasil pengamatan terhadap masyarakat berikut fenomena sosialnya. Tentu saja ada opini pribadi yang turut mewarnainya,” ujar Ersta, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, sketsa merupakan salah satu media seni yang memiliki nilai informasi dan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Kehadiran Bogor Sketchers dalam PSM RUPAKALA, kata dia, turut memberikan warna bagi perkembangan seni rupa di Bumi Tegar Beriman.
“Sketsa adalah salah satu media seni yang membawa nilai informasi kepada masyarakat. Komunitas Bogor Sketchers memberikan salah satu warna kepada mandala seni rupa di Bogor,” katanya.
Namun, Ersta juga menilai, seni media memiliki karakter yang berbeda dengan seni rupa konvensional. Ia menjelaskan, seni media lebih mampu membawa pesan-pesan kontemporer dan kekinian dengan bentuk penyampaian yang lebih beragam.
Perkembangan skena seni rupa di Bogor, Ersta menilai para seniman daerah ini memiliki potensi yang besar. Bahkan, banyak seniman asal Bogor yang telah memberikan warna dalam perkembangan seni di tingkat nasional, meski keberadaan mereka terkadang belum banyak dikenal di daerahnya sendiri.
“Seni rupa Bogor sebetulnya cukup maju. Bahkan seniman-senimannya juga banyak mewarnai ibu kota dan nasional. Yang lucunya, di Bogor mereka justru kurang dikenal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu kekhasan seniman Bogor adalah upaya mereka dalam mempertahankan tradisi dan budaya Sunda di tengah perkembangan seni modern. Hal tersebut dinilai menjadi identitas sekaligus pembeda seni rupa Bogor dengan daerah lainnya.
Dengan adanya Pekan Seni Media RUPAKALA, Ersta berharap kegiatan tersebut dapat membuka mata masyarakat luas, termasuk masyarakat Bogor, terhadap keberadaan seniman-seniman lokal yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya.
“PSM adalah sarana pembuka mata masyarakat luas, nasional, dan khususnya Bogor, bahwa di Bogor ada seniman-seniman yang modern namun tidak meninggalkan tradisinya,” tuturnya.
“Bagi seniman Bogor, ini adalah kesempatan membagikan pengalaman batin dan berkesenian kepada khalayak ramai dengan ciri dan keunikan Bogor masa kini,” tutupnya.
(Penulis: Pandu Maulana)






