SUARABOTIM.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor menggelar program ganti oli gratis bagi pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Alun-Alun Kabupaten Bogor, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap para pengemudi ojol yang berjuang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago mengatakan, program ganti oli gratis tersebut merupakan kali kedua diselenggarakan oleh organisasinya.
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai upaya mendekatkan KNPI dengan masyarakat.
Menurut dia, para pengemudi ojol merupakan mitra sekaligus sahabat yang bekerja keras untuk mencari nafkah. Karena itu, KNPI ingin hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban mereka, terutama dalam merawat kendaraan yang menjadi sarana utama mencari penghasilan.
“Program oli gratis ini sudah kedua kalinya kami selenggarakan. Kami berharap bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ojol-ojol ini adalah sahabat kami yang sedang berjuang di bidang ekonomi,” kata Wahyudi kepada SuaraBotim.Com.
Ia menambahkan, perawatan kendaraan menjadi kebutuhan penting bagi pengemudi ojol karena kendaraan tersebut merupakan alat utama untuk mencari rezeki setiap hari.
“Makanya, kami punya kewajiban untuk sedikit meringankan beban mereka, khususnya dalam merawat kendaraannya. Kendaraan itu merupakan alat mereka untuk mencari rezeki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyudi menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 350 pengemudi ojol mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan layanan ganti oli gratis, para peserta juga menerima bingkisan sembako.
Tak hanya itu, KNPI Kabupaten Bogor turut mengadakan pengundian hadiah umrah bagi peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial tersebut.
“Tadi juga ada pengundian umroh dan alhamdulillah dua orang ojol mendapatkannya. Lalu, setiap yang mengisi oli kita kasih bingkisan sembako untuk para ojol,” tutupnya.
Melalui program ini, KNPI Kabupaten Bogor berharap momentum Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan pemuda, tetapi juga mendorong generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam membantu masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian pemuda terhadap para pekerja sektor informal yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas dan perekonomian masyarakat.
(Penulis: Pandu Maulana)






