Parung Panjang, SuaraBotim.Com – Belasan kendaraan dilaporkan mogok usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga tercampur air di sebuah SPBU di Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jumat (13/2/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Warga yang baru saja mengisi BBM jenis Pertalite mengeluhkan kendaraannya mengalami gangguan mesin hingga mogok tidak lama setelah meninggalkan lokasi SPBU.
Kapolsek Parung Panjang, Kompol Taufik, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Betul, kejadiannya tadi malam. Dari informasi awal yang kita terima, ada masyarakat yang menyampaikan bahwa banyak kendaraan mogok setelah mengisi bensin di SPBU tersebut. Setelah kita cek, memang benar ada kendaraan yang mengalami gangguan,” ujar Kompol Taufik kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 17 sepeda motor dan dua unit mobil mengalami trouble mesin setelah mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut.
“Total ada 17 motor dan dua mobil. Setelah kita lakukan pengecekan, ditemukan adanya kandungan air di dalam tangki kendaraan yang diduga berasal dari BBM Pertalite,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga terdapat kandungan air di dalam tangki penyimpanan Pertalite di SPBU tersebut, sehingga air ikut terdistribusi kepada konsumen.
“Diduga di dalam tangki penyimpanan SPBU tersebut terdapat air, sehingga tercampur dengan Pertalite yang dijual kepada masyarakat. Untuk itu, penjualan BBM jenis Pertalite langsung dihentikan sementara,” tegasnya.
Penghentian distribusi Pertalite dilakukan hingga ada kepastian dari pihak pengawas Pertamina setelah dilakukan pengecekan dan pembersihan tangki penyimpanan BBM.
“Penjualan Pertalite dihentikan sementara sampai dipastikan tangki benar-benar bersih dan tidak ada lagi kandungan air. Untuk BBM jenis lain seperti Pertamax, tetap berjalan normal,” jelasnya.
Terkait pertanggungjawaban, pihak SPBU disebut bersedia bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan yang terdampak, termasuk perbaikan kendaraan yang mengalami gangguan mesin akibat dugaan BBM tercampur air tersebut.
Sementara itu, penyebab pasti adanya kandungan air di dalam tangki penyimpanan masih dalam penyelidikan. Kepolisian menyatakan akan bekerja sama dengan pihak terkait dan ahli untuk memastikan sumber permasalahan tersebut.
“Penyebab pastinya masih kita dalami. Kita akan bekerja sama dengan para ahli untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya.
(Pandu)







