SUARABOTIM.COM – SMP Negeri 4 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kini memiliki 10 unit smartboard atau papan tulis digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar siswa kelas VII hingga IX.
Kepala SMPN 4 Gunung Putri, Leni Marliani, mengatakan pengadaan smartboard dilakukan secara bertahap melalui bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Kementerian Pendidikan.
“Sekarang total ada 10. Pengadaannya bertahap, karena ada yang dari pemerintah daerah dan dari kementerian. Yang terbaru itu satu dari kementerian,” kata Leni. Selasa (13/10/26).
Ia menjelaskan, seluruh perangkat smartboard telah dipasang di ruang kelas dan digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa dari kelas VII hingga IX.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu guru dalam menyampaikan materi sekaligus mempermudah siswa memahami pelajaran.
“Itu sangat membantu, untuk mempermudah memberikan pemahaman yang lebih kepada anak-anak,” ujarnya.
“Untuk spek itu sama pada umumnya, sama seperti sekolah lain,” lanjutnya.
Leni berharap SMPN 4 Gunung Putri kembali mendapatkan tambahan smartboard agar pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar semakin optimal.
“Saya berharap mendapat smartboard lagi karena sangat efektif untuk media pembelajaran,” ungkapnya.
Sementara itu, bagian sarana dan prasarana SMPN 4 Gunung Putri, Agus Sofyan menjelaskan, sembilan unit smartboardyang diterima sekolah bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dan diberikan secara bertahap sejak 2023 hingga 2024.
“Dari APBD Kabupaten Bogor itu kita dapat sembilan, dari 2023 dan 2024 secara bertahap,” kata Agus.
Ia menambahkan, pengadaan perangkat tersebut diawali dengan pengajuan dari pihak sekolah. Karena diterima melalui pengadaan yang berbeda, merek smartboard yang dimiliki sekolah pun tidak seluruhnya sama.
“Enggak (sama), ada SPC, berbeda-beda, merek-merek Cina karena pemberiannya bertahap. Terakhir itu Merah Putih dari kementerian. Kalau untuk speknya sih gatau karena langsung dikasih,” jelasnya.
Dengan total 10 unit smartboard, SMPN 4 Gunung Putri memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi di seluruh jenjang kelas.
(Pandu Maulana)







