SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah sejak 2021.
Perbaikan jalan sepanjang sekitar 15 kilometer tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran mencapai Rp61,2 miliar.
Peninjauan dilakukan Rudy Susmanto pada Selasa (20/10/2026), setelah dirinya mengunjungi wilayah timur Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Cileungsi.
Rudy mengatakan, pembangunan ruas jalan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Citeureup dan Sukamakmur.
“Di depan kita ini jalan yang dari tahun 2021 rusak hancur parah. Panjang jalannya kurang lebih 19 sampai 20 kilometer,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (20/10/26).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor turut membangun ruas jalan dari arah Sukamakmur menuju Citeureup melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor sepanjang sekitar 5 kilometer.
Sementara itu, sekitar 15 kilometer sisanya dikerjakan pemerintah pusat melalui program IJD dengan nilai anggaran berdasarkan kontrak sebesar Rp61,2 miliar.
“Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut dapat dilewati dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ini harus kita pertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Menurut Rudy, ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Desa Tajur, Citeureup, menuju Sukamakmur.
Jalur tersebut juga terkoneksi dengan akses menuju Sukawangi serta Desa Karangtengah di Kecamatan Babakan Madang.
Ke depan, lanjut Rudy, konektivitas kawasan Sukamakmur juga diharapkan semakin berkembang hingga terhubung dengan wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Rudy menilai, pembangunan infrastruktur jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, kawasan di sepanjang jalur itu masih didominasi lahan pertanian dan persawahan.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, mobilitas warga, distribusi pupuk, serta pengangkutan hasil panen diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.
“Mobilitas hasil panen, mobilitas pupuk, mobilitas masyarakat, serta aksesibilitas masyarakat juga semakin mudah,” tuturnya.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat V yang turut mengawal aspirasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor.
Ia menyebut, pembangunan Jalan Citeureup-Sukamakmur melalui program IJD tersebut merupakan hasil aspirasi anggota DPR RI Marlyn Maisarah dari Fraksi Partai Gerindra.
Selain ruas tersebut, Rudy menyebut terdapat pembangunan jalan lain di Kabupaten Bogor yang juga mendapat dukungan melalui program pemerintah pusat, yakni jalur Pasir Ipis-Garehong yang diinisiasi melalui aspirasi anggota DPR RI Adian Napitupulu.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tanpa memandang latar belakang politik.
“Kami sebagai penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor yang sudah mengawal aspirasinya,” ungkapnya.
Rudy menambahkan, dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur tersebut pada akhirnya bersumber dari pajak masyarakat Indonesia. Karena itu, hasil pembangunan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Walaupun kebijakannya disalurkan melalui Presiden Republik Indonesia, tentu semuanya bersumber dari pajak rakyat dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.
(Pandu Maulana)







