Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Desa Tangguh Bencana (Destana) Tlajung Udik menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi kewaspadaan terhadap kemunculan ular di lingkungan RW 17, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Minggu (28/12/2025).
Kegiatan ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan kemunculan ular di kawasan permukiman warga, khususnya selama musim hujan.
Ketua Destana Tlajung Udik, Chandra Kirana, mengatakan bahwa intensitas kemunculan ular di wilayah tersebut meningkat signifikan sepanjang Desember 2025. Hal ini dipicu oleh musim hujan yang bertepatan dengan masa menetasnya ular.
“Desember ini ular memang sedang banyak menetas. Ditambah respons dari aparat RW sangat baik dan warga juga meminta untuk diberikan edukasi langsung di wilayahnya,” ujar pria yang kerap disapa Bagol kepada SuaraBotim.Com.
Ia menjelaskan, belum lama ini Destana Tlajung Udik berhasil mengevakuasi dua ekor ular berukuran sekitar 2 meter dan 3 meter dari satu rumah warga di lingkungan RW tersebut.
Terlebih, lanjut Bagol, kejadian itu membuat warga semakin waspada dan meminta adanya sosialisasi agar memahami cara penanganan yang tepat.
“Warga ingin tahu jenis-jenis ular, mana yang berbahaya dan tidak, serta bagaimana penanganan awal jika terjadi gigitan ular. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak panik dan tidak melakukan tindakan yang justru berisiko,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Destana memberikan pemahaman terkait ciri-ciri ular berbisa dan tidak berbisa, langkah pencegahan agar ular tidak masuk ke rumah, serta prosedur yang harus dilakukan apabila menemukan ular di lingkungan sekitar.
Bagol berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi RW lain di Desa Tlajung Udik. Menurutnya, Destana siap turun langsung memberikan edukasi dan informasi demi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi ancaman satwa liar.
“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi RW lainnya. Kami siap memberikan informasi dan edukasi di lingkungan warga agar lebih siap dan waspada,” katanya.
Berdasarkan catatan Destana Tlajung Udik, jumlah laporan kemunculan ular di wilayah Desa Tlajung Udik telah mencapai lebih dari 10 kasus sepanjang Desember 2025.
Destana pun mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, merapikan barang-barang yang menumpuk, serta segera melapor jika menemukan ular agar dapat ditangani secara aman dan profesional.
(Pandu)







