Cibinong, SuaraBotim.Com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungannya terhadap wacana pendirian tempat rehabilitasi bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini disampaikan menyusul pelaksanaan razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Tentu ketika memang sudah ada razia Pekat, Pemda juga harus memberikan solusi. Jika ada yang ingin dibina, maka fasilitas pembinaan harus disiapkan agar tidak terjadi pengulangan,” ujar Sastra Winara kepada SuaraBotim.Com, Selasa (20/5/25)
Menurutnya, langkah rehabilitasi ini tidak hanya sebagai bentuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya kemanusiaan dalam memberikan kesempatan kedua bagi para PSK untuk memulai hidup baru.
Terkait dukungan anggaran, Sastra menyebut pihak DPRD siap melakukan kajian lebih lanjut jika Pemerintah Kabupaten Bogor mengajukan kebutuhan anggaran untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Mangga, pemerintah daerah sampaikan berapa anggarannya. Nanti akan kita kaji sesuai kemampuan keuangan daerah. Jika cukup, tentu akan kita fasilitasi,” tambahnya.
Wacana pendirian tempat rehabilitasi PSK ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Bogor dalam mengatasi permasalahan sosial secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menjaring sebanyak 11 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wilayah Cibinong, empat diantaranya mengidap HIV AIDS.
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Anwar Anggana menyampaikan, bahwa dari hasil pendalaman dan pemeriksaan awal, diketahui empat dari sebelas wanita tersebut mengidap HIV/AIDS.
“Empat orang mengidap HIV/AIDS, saat ini dalam pantauan penggiat/pendamping HIV/AIDS,” katanya dalam keterangan.
(Pandu)







