SUARABOTIM.COM – Sebanyak 220 hektare lahan di Kabupaten Bogor telah disulap menjadi hutan kota hingga Oktober 2026.
Hutan kota ini tersebar di seluruh desa di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor merupakan program Indonesia Asri.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, penghijauan Bumi Tegar Beriman membutuhkan waktu yang cukup panjang.
“Dalam waktu 5 tahun mungkin tidak akan selesai. Tapi kita meninggalkan titik awal di mana nanti siapa pun yang melanjutkan pemerintahan, baik di Kabupaten Bogor, di Provinsi Jawa Barat, maupun di pusat, ini menjadi fondasi awal bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan aspek lingkungan yang hijau yang bersih,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (21/10/2026).
Rudy menyebut, dengan menanam satu pohon, bisa menyelamatkan beberapa masyarakat Kabupaten Bogor.
“Walaupun pembangunannya cepat, infrastrukturnya terbangun dengan baik, tapi kalau kita harus mengorbankan pohon-pohon dan kawasan hijau yang ada, sangat disayangkan,” ungkapnya.
“Karena pohon adalah masa depan kita bersama dan tentunya bukan hanya menghijaukan di lahan-lahan kritis di wilayah Kabupaten Bogor,” sambungnya.
Di Kabupaten Bogor, kata Rudy, ada beberapa wilayah yang berpotensi terkena bencana alam longsor yang cukup tinggi. Karena itu, pihaknya memfokuskan penghijauan.
“Walaupun belum tumbuh optimal karena baru kurang lebih 1 tahun lebih sedikit, pohonnya juga belum terlalu besar. Tapi terus kita upayakan supaya Kabupaten Bogor ke depan semakin indah, semakin sejuk,” tuturnya.
Rudy menyebut, perluasan penghijauan akan terus dilakukan ke wilayah lahan yang telah ditetapkan menjadi cadangan tanah makam.
“Beberapa wilayah tanah makamnya masih dapat difungsikan, lalu ada beberapa lahan cadangan tanah makam yang belum dipergunakan, maka itu pun kami mulai tanam pohon-pohon dengan jarak 5 meter tiap pohon,” ungkapnya.
Sehingga, kata Rudy, pada saat difungsikan nanti sebagai tanah makam, kita tidak membangun-bangun infrastruktur apapun.
“Makam pun masih tetap bisa digunakan tanpa harus menghilangkan pohonnya,” tutupnya.
(Pandu Maulana)






