Tuesday, June 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Jenazah Pasien Tertahan Karena Biaya, Ini Kata Dirut RSUD Ciawi

by Asep Saepudin Sayyev
April 10, 2025
in Suara Bogor
0
Jenazah Pasien Tertahan Karena Biaya, Ini Kata Dirut RSUD Ciawi
Share on FacebookShare on Twitter

 

Ciawi, SuaraBotim.Com – RSUD Ciawi memberikan klarifikasi terkait informasi yang viral di media sosial mengenai jenazah pasien yang dikabarkan tidak dapat dipulangkan karena kendala biaya.

READ ALSO

3.000 Peserta Meriahkan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lingkungan Pemkab Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Akurat

Direktur Utama RSUD Ciawi Fusia Meidiawaty menyampaikan, bahwa pasien yang meninggal dunia tersebut masih dalam proses pengurusan BPJS atau Universal Health Coverage (UHC), sehingga secara administrasi tercatat sebagai pasien umum atau tunai.

“Pasien tersebut sedang dalam proses pengurusan BPJS/UHC, sehingga saat meninggal belum ada jaminan aktif. Akhirnya, secara administratif tercatat sebagai pasien tunai,” ujarnya.

Fusia menjelaskan, sejak pasien masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak rumah sakit telah memberikan edukasi kepada keluarga agar segera mengurus BPJS atau UHC. Namun, hingga pasien meninggal dunia, proses tersebut belum selesai.

“Sejak awal masuk IGD, petugas kami sudah menyarankan keluarga untuk segera mengurus BPJS/UHC. Sayangnya, proses tersebut belum selesai sampai pasien meninggal dunia,” terangnya.

Lebih lanjut, Fusia menegaskan, bahwa RSUD Ciawi sebenarnya memiliki kebijakan fleksibel bagi pasien yang tidak mampu. Pasien dengan status umum dapat membayar sesuai kemampuan, bahkan mendapat keringanan atau pembebasan biaya jika memang benar-benar tidak mampu.

“Bila memang tidak ada biaya, RSUD Ciawi dapat membebaskan pembayaran dan sisanya bisa dicicil setelah pasien pulang. Bahkan, bagi yang digratiskan, tidak perlu membayar lagi,” jelasnya.

Namun, ia mengakui adanya miskomunikasi internal yang menyebabkan informasi kebijakan tersebut tidak tersampaikan dengan baik kepada keluarga pasien.

“Sayangnya, informasi mengenai kebijakan ini tampaknya tidak tersampaikan dengan baik oleh petugas loket kepada keluarga pasien. Selain itu, kasus ini juga tidak langsung diinformasikan ke manajemen rumah sakit, sehingga keputusan pembebasan biaya terkesan terlambat,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, RSUD Ciawi berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan internal guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Untuk ketidaknyamanan ini, saya atas nama RSUD Ciawi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan terus berbenah dan memperbaiki sistem pelayanan agar semakin baik ke depannya,” tutupnya.

Sebelumnya, unggahan akun Instagram @brorondm menyebut bahwa jenazah seorang pasien kanker yang meninggal dunia di RSUD Ciawi pada Sabtu (6/4) sempat tertahan karena keluarga belum mampu membayar biaya perawatan yang mencapai Rp8,8 juta.

“Rumit, kalau kaku seperti kanebo kering. Almarhum (NL) dibawa ke RSUD Ciawi, Jumat pagi kemarin atas rujukan puskesmas karena sudah kritis akibat penyakit kanker. Walaupun belum punya BPJS, diterima oleh rumah sakit karena bisa urus BPJS sambil pengobatan berjalan,” tulis broron dalam unggahan Instagram.

“Sabtu sore (selang 1 hari) pasien meninggal dan juga hari libur, BPJS tidak lanjut proses. Akhirnya keluarga ditinggalkan dengan beban tagihan Rp.8.898.758 (rincian sudah diminta tetapi tidak dikasih oleh pihak rs). Harus bayar 70% sebelum diijinkan membawa jenazah. Mungkin Bang Bupati @rudyausmanto bisa kasih kebijakan yg membantu keluarga? Suami yang ditinggalkan hanyalah jualan kopi, dan almarhum seorang ibu rumah tangga dengan anak paling kecil umur 3 tahun. Marilah kita manusiakan manusia. Jangan persulit keluarga yang lagi berduka.” Tutupnya.

Tags: RSUD Ciawi

Related Posts

3.000 Peserta Meriahkan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lingkungan Pemkab Bogor
Suara Bogor

3.000 Peserta Meriahkan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lingkungan Pemkab Bogor

June 15, 2026
Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Akurat
Suara Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data Akurat

June 15, 2026
Karya Bakti Kampung Pancasila, TNI Rombak Terowongan Garuda
Suara Bogor

Karya Bakti Kampung Pancasila, TNI Rombak Terowongan Garuda

June 15, 2026
Ikuti Instruksi Mendagri, Pemkab Bogor Fokus Tata Pegawai Paruh Waktu
Suara Bogor

Ikuti Instruksi Mendagri, Pemkab Bogor Fokus Tata Pegawai Paruh Waktu

June 15, 2026
Satpol PP Klaim Setop Proyek Padel di Cileungsi, Aktivitas Pembangunan Masih Terlihat
Suara Bogor

Satpol PP Klaim Setop Proyek Padel di Cileungsi, Aktivitas Pembangunan Masih Terlihat

June 15, 2026
KLH Gagas Gerakan Tobat Nasional Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon Bambu di Seluruh Indonesia
Suara Bogor

KLH Gagas Gerakan Tobat Nasional Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon Bambu di Seluruh Indonesia

June 14, 2026
Next Post
Wabup Jaro Ade Tegaskan ASN Harus Sigap dan Hadir Melayani Masyarakat Tanpa Batas Waktu

Wabup Jaro Ade Tegaskan ASN Harus Sigap dan Hadir Melayani Masyarakat Tanpa Batas Waktu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Satu Rumah Dilalap Sijago Merah di Citeureup, Diduga Korsleting Listrik
  • 3.000 Peserta Meriahkan Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lingkungan Pemkab Bogor
  • Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah Terbakar di Ciampea
  • Kades Tlajung Udik Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Data yang Akurat
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?