SUARABOTIM.COM – Karang Taruna (Katar) Nasional menggelar kegiatan retret bagi jajaran pengurus nasional di Eco Edu Forest, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (31/7/28).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kader sekaligus menyelaraskan langkah organisasi dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Ketua Katar Nasional, Budisatrio Djiwandono, mengatakan retret yang berlangsung hingga Sabtu (1/8/26) itu diikuti oleh pengurus tingkat pusat serta sejumlah pengurus daerah yang dinilai aktif dalam menjalankan program organisasi di wilayah masing-masing.
“Hari ini Katar mengadakan retret sampai besok. Jadi tujukan untuk penguatan kapasitas kader-kader Katar di level pusat. Tapi kami juga mengundang para pengurus daerah yang aktif, yang kami pantau dari seluruh tanah air,”ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Dalam program retret itu, kata Budisatrio, kader Katar bakal mendapatkan materi yang bersifat teknis untuk memperkuat organisasi untuk mempermudah program strategis pemerintah.
“Kami sebagai wadah anak-anak muda yang mengundang siapapun dengan latar belakang apapun yang ingin bergabung di Karang Taruna, sebuah organisasi kepemudaan yang mempunyai kejiwaan sosial sudah hampir 66 tahun. Ini akan kami terus perkuat strukturnya, organisasinya dari pusat sampai ke desa-desa,” jelasnya.
“Kami akan coba perdayakan, beri ilmu bagi pengurus-pengurusnya supaya tadi mampu bisa menjawab tantangan-tantangan dan memberi pemahaman bagi program-program strategis pemerintah,” lanjutnya.
Saat ini, Budisatrio menyebut, fokus pengabdian organisasi mencakup pendampingan bagi lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, pemberdayaan ekonomi pemuda, pemulihan lingkungan, hingga edukasi mengenai keberlanjutan (sustainability).
“Tapi juga ini akan menjadi salah satu pilar, kami sebagai anak muda untuk berperan aktif membantu mereka-mereka yang memang butuh sentuhan,” tuturnya.
“Apakah itu lansia, apakah itu penyelenggaraan bisabilitas, apakah itu anak-anak muda yang perlu diperdayakan usahanya, apakah itu pemulihan sebuah lingkungan ataupun sebuah kepentingan edukasi mengenai sustainability,” sambungnya.
Dalam retret itu, dihadiri kurang lebih 107 peserta dari jajaran pengurus pusat. Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan dari 18 pengurus provinsi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
(Pandu)







