Nanggung, SuaraBotim.Com – Sebuah bangunan yang digunakan untuk tempat tinggal santri atau kobong di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Ibtida, Kampung Blok Paris, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, hangus terbakar pada Senin (20/10/25) sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski kobong tersebut ludes dilalap api, pihak pesantren bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh santri dan pengasuh berhasil menyelamatkan diri.
Pengasuh Ponpes Daarul Ibtida, Ustad Abdul Mufakhir, menyebut kejadian ini sebagai ujian kesabaran dan keimanan bagi keluarga besar pesantren.
“Semua dari Allah dan milik Allah. Kita harus sabar dan ikhlas menerima setiap ujian, baik dalam kondisi senang maupun susah,” ujar putra sulung Almarhum KH. Ahmad Sajimi, pendiri Ponpes Daarul Ibtida, Rabu (22/10/25).
Senada dengan itu, Ustad Ujang Syatibi, pengasuh Ponpes Bidayatul Hidayah yang juga masih satu keluarga besar dengan Daarul Ibtida, mengingatkan pentingnya tetap tabah dan yakin dalam menghadapi cobaan.
“Harus tetap yakin dan bersabar untuk berjuang mencari ridha Allah,” ujarnya.
Sementara itu, MJ. Fahri, jurnalis Bogor yang juga Ketua Forum Wartawan Harian Bogor Utara (FWHBU), turut menyampaikan keprihatinannya.
Ia berharap musibah ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap dunia pendidikan pesantren.
“Ponpes Daarul Ibtida ini diasuh generasi kelima dari keluarga besar Ponpes Bidayatul Hidayah. Almarhum Abah, Apa, dan Kyai Ahmad Sajimi adalah guru-guru agama yang tawadhu. Saya berharap ada perhatian dan bantuan untuk keberlangsungan pendidikan para santri,” ungkapnya.
Fahri menegaskan, harapan tersebut muncul dari kepeduliannya terhadap pesantren yang pernah menjadi tempat ia menimba ilmu.
“Keluarga besar pesantren itu orang-orang sabar, mereka tidak pernah berharap berlebihan kepada makhluk,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Parakan Muncang, Mauludin, yang meninjau langsung lokasi kebakaran, menyatakan akan berupaya membantu pembangunan kembali fasilitas pesantren yang terbakar.
“Kami akan berusaha mencari bantuan, terutama ke PT Antam. Fokus kami sekarang adalah bagaimana fasilitas keagamaan di pondok bisa segera dibangun lagi,” katanya.
Peristiwa kebakaran ini menambah daftar musibah yang menimpa lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Bogor. Namun semangat dan kebersamaan keluarga besar Ponpes Daarul Ibtida diharapkan menjadi kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan dalam mencetak generasi berakhlak mulia.
(Pandu)







