SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berani melapor jika menemukan pelanggaran tersebut.
Bahkan, Rudy menyatakan akan memberikan apresiasi atau hadiah bagi ASN yang berani mengungkap praktik tidak sehat itu.
Pernyataan ini disampaikan menyusul mencuatnya isu dugaan jual beli jabatan yang tengah menjadi sorotan di lingkungan Pemkab Bogor.
Rudy menekankan bahwa di era kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi, tidak boleh ada lagi praktik yang menghambat karier ASN hanya karena faktor kedekatan atau kemampuan finansial.
Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki banyak ASN dan PNS yang kompeten dan berpotensi. Namun, selama ini tidak sedikit yang merasa ragu untuk melangkah maju karena berbagai kendala, seperti tidak memiliki kedekatan dengan pejabat tertentu atau keterbatasan ekonomi.
“Banyak ASN dan PNS hebat di Kabupaten Bogor, tetapi saat ingin melangkah ke depan mereka takut, karena tidak kenal dengan pejabatnya atau tidak punya uang,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (1/5/26).
Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh lagi terjadi di pemerintahan yang baru. Rudy memastikan, penilaian terhadap ASN akan dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja, ide, dan gagasan dalam membangun daerah.
“Di era pemerintahan Kabupaten Bogor yang baru, kami ingin menunjukkan bahwa yang dinilai adalah ide dan gagasan terbaik untuk membangun daerah. Ketika Anda sudah menunjukkan kinerja terbaik, tidak perlu takut dinilai oleh siapa pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy mengucapkan, ASN yang menunjukkan dedikasi dan kinerja optimal akan mendapatkan kesempatan untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemkab Bogor.
“Kami pasti akan melihat, dan tentunya Anda akan menduduki jabatan-jabatan strategis untuk bersama-sama melayani masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
(Pandu)







