SUARABOTIM.COM – Di balik suksesnya pembentangan bendera Merah Putih raksasa berukuran 15 x 30 meter dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Rabu (5/8/2026), terdapat sosok perempuan tangguh yang turut mencuri perhatian.
Dia adalah Maita Linda Riani Sitorus, atau yang akrab disapa Maita Sitorus, anggota Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor sekaligus atlet panjat tebing Kabupaten Bogor.
Tahun ini menjadi kali kedua Maita dipercaya membentangkan bendera Merah Putih raksasa di Stadion Gelora Pakansari, setelah sebelumnya juga terlibat dalam upacara pembentangan bendera di area VVIP Pakansari pada tahun lalu.
Di balik penampilannya yang tenang saat berada di ketinggian, Maita mengaku sempat diliputi rasa gugup menjelang pelaksanaan acara.
“Awalnya waktu latihan biasa saja karena latihan cuma sehari. Tapi pas hari H mulai merasa nervous, apalagi tahu akan disaksikan para pejabat. Jadi ada sedikit rasa panik,” ujar Maita kepada SuaraBotim.Com.
Meski demikian, kata Meita, seluruh rangkaian pembentangan bendera berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, tantangan justru lebih banyak ditemui saat proses latihan atau geladi dibandingkan ketika pelaksanaan.
“Untungnya pas hari H tidak ada kendala. Kalau kesulitan justru sering terjadi saat geladi. Saat pembentangan tadi juga berjalan lancar, walaupun di balik layar tentu ada tantangan seperti menarik bendera dan menjaga kekompakan tim. Semua harus kompak dan saling mengimbangi tenaga,” jelasnya.
Maita mengungkapkan, keterlibatannya dalam pembentangan bendera bukan karena mengajukan diri, melainkan sebagai bagian dari penugasan dinas.
Srikandi Damkar Kabupaten Bogor itu menerima amanah tersebut sebagai bentuk kepercayaan dari instansi tempatnya bertugas.
“Memang sudah menjadi penugasan. Saya dan partner dipercaya kantor untuk menjalankan tugas ini. Jadi kami jalankan sebaik mungkin,” katanya.
Di luar tugasnya sebagai petugas Damkar, Maita merupakan atlet panjat tebing yang telah menekuni olahraga tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Perempuan kelahiran Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, itu mulai berlatih panjat tebing saat duduk di kelas VI SD pada sekitar tahun 2017. Berkat kemampuannya, ia kemudian menjadi atlet panjat tebing yang mewakili Kota Bogor, Jawa Barat.
Sejak tahun 2025, Maita resmi memperkuat kontingen panjat tebing Kabupaten Bogor. Pada tahun yang sama, ia juga bergabung sebagai anggota Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor.
Maita mengatakan, kecintaannya terhadap olahraga panjat tebing berawal dari dorongan kedua orang tuanya yang ingin anaknya memiliki aktivitas positif sekaligus mengembangkan bakat.
“Sebetulnya tidak ada alasan khusus. Orang tua ingin anaknya punya bakat. Jadi setelah pulang sekolah saya tidak main, tetapi langsung latihan. Orang tua juga jadi tahu kegiatan saya setelah sekolah dan semuanya lebih terarah,” tuturnya.
Kehadiran Maita dalam pembentangan bendera Merah Putih raksasa menjadi simbol semangat perempuan Indonesia yang mampu menjalankan tugas negara sekaligus berprestasi di bidang olahraga.
Dengan pengalaman sebagai atlet panjat tebing dan anggota Damkar, Maita membuktikan bahwa dedikasi, disiplin, serta keberanian menjadi modal utama dalam mengemban tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan fisik maupun mental, termasuk membentangkan bendera Merah Putih raksasa pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Gelora Pakansari.
(Pandu)







