Cibinong, SuaraBotim.Com – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pasokan minyak goreng merek Minyakita di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami kelangkaan.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama lebih dari satu bulan dan berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang.
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Cibinong, Suyitno mengungkapkan, kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak sekitar satu bulan terakhir.
Akibatnya, ia kini jarang menyediakan Minyakita karena sulit mendapatkan pasokan.
“Jadi sudah sebulan yang lalu mengalami kelangkaan. Makanya sekarang jarang pakai Minyakita,” ujar Suyitno, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, kelangkaan tersebut membuat harga Minyakita merangkak naik. Jika sebelumnya harga normal berada di kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter, kini harganya hampir menyentuh Rp18.000 per liter.
“Normalnya Rp15.700 sampai Rp16.000. Sekarang hampir Rp18.000 karena kita dapat barang dari luar dengan harga lebih mahal,” jelasnya.
Tak hanya Minyakita, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Saat ini, harga minyak curah di Pasar Cibinong mencapai Rp20.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp19.000 per liter.
“Ada kenaikan, sebelumnya Rp19.000 per liter,” ungkapnya.
Suyitno menambahkan, kenaikan harga minyak goreng ini sudah terjadi sejak awal Februari 2026. Meski demikian, menurutnya belum ada keluhan signifikan dari masyarakat terkait kenaikan tersebut. Penurunan pendapatan pedagang pun tidak terlalu terasa.
“Tidak banyak penurunan, paling sedikit, tidak sampai lima persen,” tutupnya.
(Pandu)







