SUARABOTIM.COM – Sejumlah becak listrik mulai terlihat di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Cibinong, Kamis (8/10/26) siang.
Kehadiran becak listrik tersebut diketahui masih dalam tahap pendataan dan pelatihan pengayuh becak sebelum nantinya disalurkan.
Pantauan di lokasi, becak listrik berwarna cokelat tersebut tampak dihiasi gambar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada bagian kanan, kiri, dan belakang kendaraan.
Pada sisi kanan dan kiri becak juga terdapat tulisan “Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bergerak dari Hati” serta “Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto,”.
Becak listrik tersebut dilengkapi sejumlah perangkat, mulai dari kunci, layar speedometer digital, spion, bel atau klakson, pedal gowes, penutup, lampu sein, lampu utama, hingga baterai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 130 unit becak listrik yang disiapkan untuk para pengayuh becak.
Salah seorang pengayuh becak asal Cileungsi, Solihin (57) menyambut, baik bantuan tersebut. Ia mengaku merasa lebih nyaman menggunakan becak listrik dibandingkan becak konvensional.
“Becak listrik, ya kita bersyukur alhamdulillah. Nyaman banget,” kata Solihin kepada SuaraBotim.Com.
Solihin yang sehari-hari menarik becak di kawasan Pasar Cileungsi mengatakan, dirinya telah menjadi pengayuh becak sejak lulus sekolah dasar.
“Dari keluar sekolah SD sudah narik becak. Kalau saya lahir tahun 1969, sampai sekarang masih narik,” ujarnya.
Menurut Solihin, penggunaan becak listrik dapat membantu aktivitasnya dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau masalah enak, becak listrik atau becak biasa, kalau yang dapat duit ya itu yang baru enak. Terus terang aja. Alhamdulillah, cukup buat makan anak istri. Namanya kita orang kecil, kita syukuri saja, nikmati saja,” tuturnya.
Solihin menyebut jumlah pengayuh becak di wilayah Cileungsi masih cukup banyak. Diperkirakan terdapat puluhan pengayuh becak yang masih aktif dan setiap hari masih mendapatkan penumpang.
“Kurang lebih ada 50-an. Setiap hari ada saja,” katanya.
Meski menyambut baik becak listrik tersebut, Solihin mengaku masih perlu mempelajari cara penggunaan dan perawatannya, termasuk proses pengisian daya baterai.
“Insyaallah sambil jalan kita pelajari. Namanya kita baru, mungkin lama-kelamaan bisa. Sebodoh-bodohnya kita kalau belajar, insyaallah bisa,” ucapnya.
Ia juga mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kekhawatiran terkait kemungkinan kerusakan kendaraan. Menurutnya, sebagai pengusaha kecil, setiap risiko harus dihadapi.
“Namanya kita orang usaha, apa saja memang kita ambil risiko,” katanya.
Solihin menjelaskan, dirinya mengetahui adanya pendataan becak listrik setelah petugas melakukan pendataan terhadap para pengayuh di Pasar Cileungsi. Ia kemudian mengikuti proses pendataan dengan membawa dokumen kependudukan.
“Waktu kita lagi narik di pasar, ada penyuluh datang ke pasar. Kita didata, alhamdulillah,” ujarnya.
Ia menyebut persyaratan yang diminta dalam proses pendataan salah satunya adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Terkait biaya untuk mendapatkan becak listrik tersebut, Solihin berharap kendaraan itu diberikan secara gratis.
“Insyaallah gratis,” katanya.
Solihin juga mengatakan para pengayuh becak dari Cileungsi nantinya akan berangkat secara berombongan untuk mengambil becak listrik tersebut.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterimanya, pembagian becak listrik tersebut direncanakan bertepatan dengan momentum ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2026.
Namun, hingga saat ini proses yang berlangsung masih berupa pendataan terhadap calon penerima becak listrik.
(Pandu Maulana)







