Cisarua, SuaraBotim.Com – Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel di kawasan Puncak saat ini masih belum menunjukkan tren positif.
Menurutnya, hunian kamar hotel hanya mengalami peningkatan saat akhir pekan (weekend), sedangkan pada hari biasa kondisinya relatif sepi.
“Kalau okupansi hotel sekarang memang sedang tidak baik-baik saja. Ramainya hanya di weekend,” ujar Boboy kepada SuaraBotim.Com, Jumat (10/10/25).
Boboy menjelaskan, tingkat hunian hotel di akhir pekan rata-rata berada di angka 50 persen, sedangkan secara keseluruhan dalam satu bulan hanya berkisar di 40 persen. Angka ini masih di bawah kondisi normal sebelum pandemi COVID-19.
“Normalnya bisa di 60 persen. Kalau sebelum pandemi bahkan bisa di atas 50 persen rata-rata setahun,” katanya.
Terkait isu penyegelan yang sempat mencuat, Boboy meluruskan bahwa yang terjadi bukanlah penyegelan usaha, melainkan pemasangan plang pengawasan oleh pihak terkait.
“Kemarin sempat ada pemasangan plang, tapi itu bukan segel. Walaupun plang itu terpasang, hotel masih bisa beroperasi seperti biasa,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui bahwa pemasangan plang di area usaha seperti hotel sempat menimbulkan pertanyaan dari tamu.
“Namanya juga tempat usaha, kalau ada plang, pasti tamu bertanya-tanya ‘kenapa dipasang plang?’ Tapi sekarang sudah aman, sudah ada beberapa persyaratan yang dipenuhi sehingga plang itu bisa dicabut,” ujarnya.
Dampak dari kondisi okupansi yang belum pulih juga dirasakan oleh para pekerja hotel. PHRI mencatat tidak ada karyawan yang dirumahkan, namun dilakukan efisiensi jam kerja untuk menyesuaikan dengan tingkat hunian.
“Tidak ada yang dirumahkan, tapi ada pembagian jam kerja. Dulu bisa kerja penuh, sekarang ada yang 15 sampai 20 hari kerja dalam sebulan. Daily workers juga sudah tidak ada lagi karena okupansi belum stabil,” terang Boboy.
Boboy menambahkan, situasi di kawasan wisata Puncak kini sudah kembali kondusif setelah adanya klarifikasi terkait pemasangan plang pengawasan. Ia berharap iklim pariwisata dan usaha perhotelan di Kabupaten Bogor bisa kembali bergairah seperti sedia kala.
“Alhamdulillah sekarang sudah selesai, situasi sudah lebih tenang. Kami berharap kondisi wisata di Puncak bisa segera pulih,” pungkasnya.
(Pandu)







