SUARABOTIM.COM — Pemerintah Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, bergerak cepat merealisasikan pembangunan infrastruktur melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026. Mulai dari peningkatan jalan desa hingga pengembangan kawasan Dayeuh Padjajaran.
Kepala Seksi (Kasie) Perencanaan Desa Sukamaju Kurnia Falah mengatakan salah satu program yang tengah dikerjakan adalah pengembangan kawasan Dayeuh Padjajaran yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis.
“Ada juga pembangunan hotmix di jalan tersebut dengan panjang 120 meter dan lebar 2,5 meter,” ujar Kurnia. Selasa (13/10/26).
Selain itu, Pemdes Sukamaju juga melaksanakan peningkatan jalan desa dengan volume panjang sekitar 380 meter dengan lebar 3 meter menggunakan aspal hotmix. Pekerjaan itu mencakup pelebaran jalan dari sebelumnya 2 meter menjadi 3 meter. Pelebaran dilakukan tanpa pembebasan lahan karena sebagian ruas jalan masih merupakan aset pemerintah.
“Kami juga menyosialisasikan kepada masyarakat melalui RT. Bagi warga yang terdampak pelebaran jalan, kami memohon kerelaannya. Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan aman,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemdes Sukamaju juga menjalankan program pengelolaan sampah sesuai dengan ketentuan dalam penggunaan anggaran tersebut.
Ia menjelaskan, lokasi pengelolaan sampah berada tidak jauh dari kawasan Dayeuh Padjajaran. Di lokasi tersebut terdapat fasilitas KRL dan biokompos yang menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah di desa.
“Program ini diharapkan dapat mendukung penanganan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.
Ia menyampaikan, pelaksanaan tahap pertama program Bantuan Keuangan Kabupaten Bogor Tahun 2026 hampir seluruhnya rampung. Untuk pembangunan infrastruktur, progresnya telah mencapai 100 persen, sedangkan pembangunan kawasan Dayeuh Padjajaran mencapai sekitar 70 persen.
“Untuk infrastruktur sudah 100 persen selesai, sedangkan Dayeuh Padjajaran sudah sekitar 70 persen,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan yang telah direalisasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang akses transportasi dan aktivitas sehari-hari warga. Ia mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar jalan, termasuk rumput liar yang tumbuh di tepi jalan agar akses tersebut tetap terawat dan nyaman digunakan.
” Jangan sampai jalan yang sudah dibangun dan diperbaiki justru tidak dirawat. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah ada,” pungkasnya.
(Retza)







