Babakan Madang, SuaraBotim.Com – Menanggapi isu pungutan liar (pungli) yang beredar di kawasan wisata Bukit Paniisan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memberikan klarifikasi.
Plt kadisbudpar Kabupaten bogor Ria Marlisa mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Babakan Madang, Babinsa dan pengelola Bukit Paniisan dari akses Gunung Pancar.
“Hasil koordinasi adalah pihak pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Gunung Pancar telah mengeluarkan tiket resmi yang dikelola Bumdes sebesar Rp15.000 setiap pengunjung termasuk asuransi dan fasilitas lainnya,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (30/7/25).
Ria menyebut, bahwa tiket tersebut sesuai dengan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Desa (Perdes). Namun, wisatawan tersebut berusaha menghindari agar tidak membayar tiket tersebut.
“Wisatawan mengambil jalur pendakian yang tidak aman atau terjal serta mengisukan adanya pungli,” ungkap Ria.
Lebih lanjut, kata dia, pihaknya menyarankan kepada pengelola DTW agar selalu mensosialisasikan adanya tiket dan benefit untuk pengunjung dari tiket tersebut.
“Sosialisasikan melalui media sosial (medsos) atau pemasangan papan informasi atau banner agar pengunjung terimformasi adanya tiket dan benefit termasuk jalur aman pendakian sam meningkatkan peran pengelola untuk mengedukasi wisatawan dalam menjaga kelestarian, kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ria juga mengucapkan, pihaknya tidak akan memanggil wisatawan tersebut terkait mengisukan adanya pungli karena ketidaktahuan adanya pengambilan tiket.
“Sementara belum dulu, karena mungkin ketidaktahuan dari yang bersangkutan,” tutupnya.
Sebelumnya, video viral yang memperlihatkan empat orang wisatawan perempuan yang menghindari dugaan pungli di Bukit Paniisan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
“Gabisa lewat guys di jagain, segitunya banget ya nyari duit, nyari jalur gini bangey ya, ini gate nya males banget ya,” ucap perempuan dalam video.
“Setelah di jagain di gate, akhirnya kita blusukan, gua ga ikhlas Rp15 ribu buat pungli,” terusnya.
(Pandu)







