SUARABOTIM.COM – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade mengungkap kedekatannya dengan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang kini dipercaya menjabat sebagai Kapolri.
Menurut Jaro Ade, hubungan tersebut telah terjalin sejak Suyudi menjadi Kapolres Bogor dan dirinya saat itu menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
“Pertama saya mengenal Pak Jenderal Suyudi Ario Seto itu dulu dikenalkan oleh Pak Fadli Zon, di saat beliau masih anggota DPR RI, Fraksi Gerindra dari Kabupaten Bogor,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (2/10/26).
Jaro Ade menyebut, kedekatan tersebut berlanjut ketika Suyudi menjabat sebagai Kapolres Bogor. Saat itu, Ade juga tengah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
Selama hampir dua tahun menjabat Kapolres Bogor, Suyudi disebut banyak menjalankan program yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Di saat menjadi Kapolres Bogor, banyak program-program yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor, terutama terkait dengan kamtibmas. Jadi ada Bhabinkamtibmas itu diwajibkan ronda bareng,” ujarnya.
Jaro Ade menilai, Jenderal Pol Suyudi merupakan sosok polisi yang kerap hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Namun, di sisi lain, Suyudi juga dikenal tegas dalam menjalankan tugasnya.
“Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pak Suyudi, kegiatan yang memang hadir di tengah masyarakat saat itu yang humanis. Tapi beliau memang sosok polisi yang tegas,” katanya.
Jaro Ade juga menyampaikan apresiasinya kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kapolri.
Ia mengaku mengenal Kapolri sebelumnya, Jenderal Polisi Sigit Prabowo melalui Kapolri saat ini Jenderal Polisi Suyudi. Menurutnya, selama lebih dari lima tahun memimpin Polri, Sigit telah menjalankan berbagai program untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Beribu-ribu terima kasih tentu kepada Pak Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakhiri masa jabatannya kemarin karena saya mengenal baik juga. Dulu saya kenal Pak Sigit juga tentu dikenalkan oleh Pak Suyudi,” ungkapnya.
Namun, ia menilai, pengalaman Jenderal Suyudi dalam membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat dan lintas institusi menjadi modal dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolri.
“Pak Suyudi orangnya bergaul dengan semua. Apalagi kondisi hari ini sebagai Kapolri tentu milik masyarakat Indonesia secara luas. Saya mengenal baik Pak Suyudi dekat dengan para ulama, dekat juga dengan para mahasiswa, sampai dengan ojek online (ojol),” tuturnya.
Selain itu, Ade menyebut hubungan Suyudi dengan berbagai institusi negara juga telah terbangun sejak lama. Hal tersebut dinilai dapat mendukung kolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai Kapolri.
Politisi Golkar itu juga mencontohkan hubungan Suyudi dengan sejumlah pejabat di lingkungan TNI maupun lembaga negara lainnya yang telah terjalin sejak dirinya bertugas di Jawa Barat.
“Untuk kolaborasi dengan semua lintas institusi untuk kepentingan bangsa dan negara tidaklah sulit bagi Pak Suyudi,” pungkasnya.
(Pandu Maulana)







