SUARABOTIM.COM – Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang anak sekolah mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan kaki.
Informasi yang beredar menyebut korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok pelajar.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Resmob Polsek Cileungsi yang dipimpin Kapolsek Cileungsi Kompol Edison langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.
Kompol Edison mengatakan, petugas telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa sejumlah saksi, serta menyisir rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi.
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan fakta bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pengeroyokan seperti informasi yang sebelumnya beredar di media sosial,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (14/8/26).
Kompol Edison menyebut, korban diduga sengaja ditakut-takuti oleh sekelompok pelajar yang kemudian memepet sepeda motor korban saat melintas di jalan.
“Dalam kejadian tersebut, korban diduga ditendang hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Akibatnya, korban mengalami luka goresan cukup serius pada bagian wajah dan kaki,” terangnya.
Terlebih, kata Kompol Edison, pihaknya kemudian mengamankan sekitar 20 anak sekolah tingkat SMP yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Para orang tua, baik dari pihak korban maupun anak-anak yang diamankan, turut dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyelesaian perkara,” tutur dia.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut diduga dipicu perselisihan antarsekolah yang selama ini saling bermusuhan.
“Para pelajar diduga sengaja memepet korban karena berbeda sekolah dan adanya permusuhan antar pelajar,” ucapnya.
Dalam pemeriksaan yang disaksikan oleh orang tua, sejumlah anak yang diamankan juga mengakui telah mengonsumsi minuman keras.
Sementara itu, Kompol Edison mengucapkan, pihak keluarga korban memilih tidak membuat laporan polisi dan menginginkan persoalan tersebut diselesaikan melalui mediasi secara kekeluargaan.
“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan, tawuran, maupun tindakan lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ucap dia.
“Kami mengimbau kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak, termasuk mengetahui aktivitas serta lingkungan pertemanan mereka,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kompol Edison menegaskan, perbedaan sekolah maupun perselisihan antarpelajar tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan di jalan.
“Ini menjadi pengingat bahwa aksi saling menakut-nakuti antarpelajar dapat berujung pada korban luka dan menimbulkan persoalan hukum,” tutupnya.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan sebuah peristiwa berdasarkan informasi yang beredar di media sosial sebelum fakta sebenarnya terungkap melalui proses penyelidikan kepolisian,” tutupnya.
(Pandu)







