SUARABOTIM.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memberlakukan sistem pembelajaran dua shift di SDN 06 Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, setelah dua ruang kelas dan satu ruang gudang buku hangus terbakar.
Kebijakan tersebut diterapkan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan efektif meski sejumlah ruang kelas terdampak kebakaran.
Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Rusliandy, mengatakan sistem pembelajaran dua shift diberlakukan sebagai langkah sementara untuk memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung.
“Pembelajaran jadi dua shift,” kata Rusliandy, Jumat (2/10/2026).
Selain menerapkan sistem dua shift, Disdik Kabupaten Bogor juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk menentukan langkah perbaikan terhadap bangunan sekolah yang terdampak.
Rusliandy menyebut, dari sisi sarana dan prasarana, pihaknya telah mengecek kondisi sekolah dan tengah mengupayakan perbaikan sementara.
“Dari sarana prasarana sudah mengecek ke lokasi lagi. Kita lakukan langkah-langkah perbaikan, sementara kita upayakan sesegera mungkin,” ujarnya.
Disdik Kabupaten Bogor juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait aset sekolah yang hangus akibat kebakaran.
“Iya, nanti ada penghapusan aset. Nanti kita sampaikan ke BPKAD,” ungkapnya.
Sebelumnya, dua ruang kelas dan satu ruang gudang buku di SDN 06 Tajur, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hangus terbakar pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 22.40 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
(Pandu Maulana)







