Sukaraja, SuaraBotim.com – Duka mendalam masih menyelimuti lingkungan tempat tinggal Alfin Lafiandi (28), salah satu korban meninggal dunia akibat terseret ombak di Pantai Sunset, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Kepergian Alfin tak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi warga sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi baik dan pekerja keras.
Ketua RT setempat, Lili Jazuli menuturkan, Alvin merupakan sosok yang sudah ia kenal sejak kecil. Di mata warga, Alfin dikenal ramah, mudah bergaul, dan tidak pernah memiliki catatan perilaku negatif di lingkungan.
“Saya kenal Alfin dari kecil. Orangnya baik, setelah menikah juga kehidupannya sederhana. Sekarang dia sudah punya dua anak,” ujar Lili saat ditemui SuaraBotim.Com, Senin (19/1/2026).
Menurut Lili, almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Selain memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, Alvin juga kerap membantu orang tua serta keluarganya yang lain.
“Dia itu tulang punggung keluarga. Punya kakak dan satu adik. Alhamdulillah, selain untuk keluarga sendiri, dia juga sangat membantu kebutuhan keluarga bapaknya,” tuturnya.
Tak hanya dikenal bertanggung jawab, Alfin juga dikenal memiliki keahlian di bidang elektronik. Ia sering membantu warga sekitar memperbaiki peralatan rumah tangga seperti kipas angin hingga mesin cuci.
“Kalau di lingkungan mah, almarhum ini baik banget. Apa-apa bisa, servis kipas angin, mesin cuci, dan elektronik lainnya. Sering nolong warga,” kata Lili.
Hobi Alfin bermain sepak bola dan futsal juga membuatnya memiliki banyak teman. Hal itu terlihat dari banyaknya pelayat yang datang melayat ke rumah duka.
“Dia hobi main bola. Makanya semalam yang datang melayat itu dari mana-mana. Ada dari persatuan futsal, persatuan sepak bola. Dari situ kelihatan, orang baik itu bisa dilihat dari banyaknya pelayat,” ungkapnya.
Terkait keberangkatan Alfin ke Pantai Sunset Cisolok, Lili menjelaskan, bahwa perjalanan tersebut tidak direncanakan secara matang.
Alfin bersama keluarganya berangkat untuk bersilaturahmi dan berwisata, setelah ada kesepakatan bertemu dengan keluarga lain di lokasi yang sama.
“Informasi yang saya terima, ke sana itu bukan rencana jauh-jauh hari. Ada keluarga yang berangkat duluan, lalu menyusul. Ketemunya di Cisolok,” jelasnya.
Kabar duka pertama kali diterima warga dari informasi yang berkembang di lokasi kejadian dan pihak kepolisian setempat. Keluarga korban langsung berangkat ke Sukabumi sekitar pukul 12.00 WIB, beberapa jam setelah kejadian yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.
Secara administratif, Alfin tercatat sebagai warga RT 03, namun sehari-hari ia tinggal mengontrak di RT 05 yang masih berada dalam satu wilayah RW.
“Walaupun ngontrak di RT 05, dia dekat sama semua warga. Kalau saya butuh bantuan elektronik juga sering bantu,” katanya.
Alfin meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak pertama turut ikut dalam perjalanan ke Sukabumi, sementara anak kedua tinggal bersama ibunya.
Sementara itu, satu korban lainnya dalam peristiwa terseret ombak di Pantai Sunset Cisolok Angga (30) masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Diketahui, korban tersebut merupakan kerabat dekat Kepala Desa setempat.
(Pandu)







