Tajurhalang, SuaraBotim.Com – Duka mendalam masih dirasakan warga Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, atas musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan.
Salah satu penumpang dalam pesawat tersebut adalah Dwi Murdiono, yang dikenal sebagai sosok sederhana, ramah, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Sejumlah tetangga mengenang Dwi Murdiono sebagai pribadi yang teladan dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Hal itu disampaikan oleh Dewi Hu (64), tetangga korban, menceritakan keseharian Dwi Murdiono yang sering membantu masyarakat sekitar.
“Beliau orangnya teladan. Kalau ada ronda selalu berusaha datang, iuran ronda juga tertib bayarnya. Kalau ada kerja bakti juga sering hadir, orangnya aktif,” ujar Dewi Hu kepada SuaraBotim.Com, Rabu (21/1/2026).
Menurut Dewi, Dwi dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak bicara, namun banyak membantu warga sekitar. Sikapnya yang kalem dan rendah hati membuatnya disegani oleh lingkungan tempat tinggalnya.
“Orangnya nggak banyak ngomong, tapi banyak bantu. Kalem, tapi kalau sama anak-anaknya tegas. Itu yang bikin kita hormat,” katanya.
Tak hanya itu, Dwi juga dikenal ramah dan mudah bergaul. Warga kerap meminta bantuannya dan ia selalu bersedia menolong, meski dalam kondisi lelah.
“Orangnya friendly, gampang dimintai tolong. Sosial life-nya bagus. Kita benar-benar kehilangan,” tutur Dewi.
Dewi menambahkan, di mata para tetangga, Dwi merupakan sosok yang rendah hati (humble) dan selalu sigap membantu siapa pun yang membutuhkan.
“Pandangan dari tetangga ya orangnya humble, mau menolong. Walaupun lagi capek, tetap mau bantu,” ungkapnya.
Hingga kini, warga sekitar masih menanti kabar terbaru terkait nasib Dwi Murdiono. Harapan dan doa terus dipanjatkan agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kita semua pengen dapat kabar baik. Kita masih nunggu kabar terbaiknya, mudah-mudahan ada mukjizat,” pungkas Dewi.
(Pandu)







