SUARABOTIM.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menekan kemacetan di Jalur Puncak melalui penghentian sementara operasional Angkutan Kota (Angkot) nampaknya masih belum sepenuhnya berjalan mulus.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah angkot kedapatan masih nekat beroperasi di kawasan Pos Gadog pada Kamis (25/12/2025), tepat di hari perayaan Natal. Padahal, para sopir dan pemilik angkot telah dijanjikan kompensasi atau subsidi sebesar Rp200.000 per hari untuk memarkirkan kendaraannya pada tanggal 24–25 serta 30–31 Desember 2025.
Setidaknya terlihat lima unit angkot dengan trayek berbeda masih melenggang bebas. Beberapa di antaranya tampak mengangkut barang kebutuhan pokok (sembako), sementara lainnya tetap mengangkut penumpang di tengah kepadatan arus wisata.
Respon Dinas Perhubungan
Menanggapi temuan adanya angkot yang “kucing-kucingan” dengan petugas, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, memberikan pernyataan singkat.
“Nanti akan kita tegur,” ujar Bayu kepada awak media, Kamis (25/12/2025).
Padahal sebelumnya, Bayu secara tegas menyatakan tidak ada toleransi bagi angkutan umum yang melanggar aturan ini selama empat hari periode Nataru yang telah ditetapkan. Dana subsidi sebesar Rp200 ribu tersebut diberikan sebagai ganti rugi agar jalur Puncak lebih steril dari hambatan angkutan umum yang sering berhenti di bahu jalan.
Pengawasan Dipertanyakan
Eksistensi angkot di jalur utama Puncak ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan personil Dishub di lapangan. Padahal sesuai arahan, kendaraan angkutan umum yang tetap beroperasi seharusnya langsung diberhentikan dan diputar balik oleh petugas.
“Pokoknya yang berbau angkot, sudah diberi kompensasi ya tidak boleh beroperasi. Kecuali membawa pasien gawat darurat, itu pun akan difasilitasi oleh petugas,” tegas Bayu beberapa waktu lalu.
Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi bagi instansi terkait guna mengoptimalkan sterilisasi jalur Puncak, terutama menjelang malam pergantian tahun yang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan lebih masif.
(Reporter: Pandu)







