SUARABOTIM.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjadi keynote speaker dalam seminar nasional kewirausahaan bertema “Be Young Entrepreneur, Building a Golden Generation” di Kampus IBI Kesatuan Bogor, Selasa (13/10/2026).
Seminar ini dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin belajar menjadi wirausahawan.
Dedie Rachim mengatakan bahwa saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 250 juta jiwa, dengan penduduk usia produktif sekitar 69 persen. Dari jumlah tersebut, Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat sekitar 5 juta orang. Sementara itu, peluang untuk menjadi PNS maupun bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) relatif terbatas.
Saat ini, jumlah lulusan SMA di Indonesia mencapai 3,2 juta orang per tahun, sedangkan lulusan perguruan tinggi berkisar antara 1,2 juta hingga 2 juta orang setiap tahun. Dengan jumlah tersebut, persaingan di dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta, semakin ketat.
“Sebetulnya ada peluang besar, karena kadang-kadang kita lupa bahwa sebetulnya peluang terbesar itu adanya di pengusaha, entrepreneurship yang hari ini kita seminarkan. Nah, jadi sebetulnya siapa pun yang akan menjadi pegawai negeri maupun swasta paling tidak mempunyai mental, bekal bahwa kehidupan ini kan harus bisa kita jalani dengan sebuah semangat untuk bisa bertahan hidup,” ujar Dedie Rachim.
Oleh karena itu, perguruan tinggi dan pemerintah memiliki kewajiban serta tanggung jawab untuk membuka peluang tersebut sekaligus memberikan pemahaman yang dilengkapi dengan pelatihan.
Dengan demikian, mental kewirausahaan diharapkan dapat terbentuk secara bertahap, baik sejak usia muda maupun bagi mereka yang sudah bekerja, sehingga mampu berkembang, menciptakan hal-hal baru, dan terus maju.
“Karena sekarang dengan zaman IT, zaman robotik, zaman AI, banyak sekali bidang-bidang pekerjaan yang sudah diambil oleh mesin, oleh teknologi. Apalagi kreativitas zaman sekarang tentu berbeda dan harus dikembangkan. Untuk itu akademisi maupun pemerintah harus juga menciptakan potensi-potensi kewirausahaan baru yang sebelumnya tidak pernah,” ujarnya.
Rektor IBI Kesatuan Bogor, Bambang Pamungkas, menyampaikan bahwa melalui seminar nasional ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran dan motivasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan serta memulai usaha.
“Oleh karena itu, tiap tahun ini diselenggarakan yang pertama oleh Program Studi Bio Kewirausahaan. Karena di kami itu ada salah satu program studi Bio Kewirausahaan. Intinya dalam hal ini adalah kita ingin menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan di bidang kewirausahaan, terutama untuk produk-produk bio. Bagaimana kita memasaknya, bagaimana kita mengemasnya, dan sebagainya, sehingga jiwa kewirausahaan ini dipadankan kepada teman-teman para mahasiswa,” ucapnya.
Menurutnya, kewirausahaan harus menjadi salah satu hal yang benar-benar tertanam sejak dini. Jiwa kewirausahaan tidak hanya dapat diterapkan di sektor bisnis, tetapi juga di sektor pemerintahan. Semangat kewirausahaan diperlukan untuk mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan pelayanan.
Ketua Panitia, Muhammad Reksi Markuad, berharap kegiatan ini dapat melahirkan bibit-bibit wirausahawan yang mulai mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum usia produktif.







