Gunung Putri, SuaraBotim.Com _ Disaat Dinas Pendidikan Bidang Sarpras sedang disorot karena tersandung kasus e-catalog hingga melakukan suap kepada oknum KPK gadungan.
Kini ditambah dengan maraknya pembangunan gedung sekolah yang belum selesai di tangan , hal itu menjadi daftar panjang catatan ketidakberesan tubuh Dinas Pendidikan dalam memberikan pekerjaan kepada kontraktor.
Seperti pekerjaan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Gunung Putri molor dari waktu yang sudah ditentukan.

Untuk diketahui, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN 4 Gunung Putri yang dikerjakan oleh CV.Dinamika dengan konsultan pengawas CV.Catha Agung Karya, dengan memakan anggaran sebesar Rp.1,2 miliar harusnya sudah selesai sejak 13 desember 2024.
Kepala Sekolah SMPN 4 Gunung Putri Ismail Latif mengatakan, molornya pembangunan SKB untuk saat ini memang tidak terlalu berdampak kepada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Karena bertepatan dengan liburan semester satu. Tapi jika ini tidak selesai saat anak-anak masuk sekolah itu yang kami khawatirkan akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Meskipun rencana pemakain RKB itu di semester yang ke 2,” ucapnya kepada SuaraBotim.com saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, Jum’at (27/12/24)
Menurutnya, alasan dari kontraktor telat itu karena cuaca yang ekstrem belakangan ini di Kabupaten Bogor. “Janji pelaksana di akhir Desember ini sudah bisa di pakai,” ungkapnya.
“Untuk lanjutannya silahkan tanya ke pelaksana,” sambungnya.
Sementara, Aryo (40) warga sekitar dan salahsatu wali murid mengaku khawatir jika pembangunan belum selesai saat siswa mulai masuk sekolah. Menurutnya, safety pekerja juga kadang suka di sepelekan.
” Saya khawatir jika pembangunan belum beres, namanya anak-anak kemungkinan apapun bisa terjadi,” katanya.
Aryo menyebut, parkiran aja pernah di terjang angin puting beliung. Apalagi ada bahan kontruksi, harusnya pemborong segera menyelesikan. Dan kepala sekolah juga jangan menganggap enteng.
” Kalo nanti ada siswa yang ketiban kontruksi gimana, kepala sekolah terlalu santai gak mikirin keselamatan anak dengan pembangunan yang belum selesai,” ketusnya.
Sementara, Pelaksana CV.Dinamika Abi ketika SuaraBotim.com mengkonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp tidak memberikan keterangan apapun terkait kendala keterlambatan pekerjaan.
(pandu maulana)







