SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pastikan tidak ada praktik nepotisme pada saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di wilayahnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, di Kabupaten Bogor dari beberapa tahun kebelakang hingga tahun 2026, pihaknya menginginkan SPMB berjalan dengan lancar.
“Kita akan memerangi bersama tindak kolusi, korupsi dan nepotisme dalam penerimaan SPMB di Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (7/5/26).
“Kami ingin anak-anak kita, baik sekolah dimanapun bisa mendapatkan fasilitas yang sama di berbagai sekolah di Kabupaten Bogor,” lanjutnya.
Namun, Rudy juga mengakui, bahwa tentu banyak sekali tantangan dan membutuhkan perjuangan bersama-sama dalam memberikan kenyamanan kepada para pelajar yang ada di Kabupaten Bogor.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Rusliandy mengucapkan, tidak ada praktik nepotisme pada SPMB sesuai dari atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pengawasannya nanti ada seleksi, ada untuk yang SMP online, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga nanti ada 4 jalur, jalur zonasi, jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur mutasi. Nah, sesuai dengan regulasi yang ada, kita pantau sistemnya,” ungkapnya.
“Engga boleh ada titip-titipan, siapapun itu,” tegasnya.
Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor itu juga menyebut, jika ada temuan, maka akan dikenakan tindakan PP 94 tahun 2021 tentang pelanggaran disiplin.
“Kalau Aparatur Sipil Negara (ASN), berarti nanti kita laporkan ke pihak tertentu,” tuturnya.
Selama SPMB berlanjut, kata Rusliandy, pihaknya membuka posko pengaduan hingga selesainya batas SPMB.
“Nanti selama 24 jam, mulai dari bulan Juni, jadi Juli sudah selesai seutuhnya SPMB,” tutupnya.
(Pandu)







