Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI terus berupaya mencari solusi terbaik bagi warga terdampak bencana alam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menegaskan bahwa relokasi memerlukan proses yang cukup panjang serta mempertimbangkan kesediaan masyarakat.
“Prinsipnya, kami dan BNPB RI siap melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Namun, relokasi membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Kami juga harus melihat apakah masyarakat bersedia atau tidak, karena ada beberapa lokasi di mana warga menolak untuk pindah,” ucapnya kepada SuaraBotim.Com di Cibinong, Rabu (5/3/25).
“Intinya, kami mencari solusi terbaik. Penawaran dari BNPB RI kami sambut baik, tetapi pelaksanaannya harus mengikuti prosedur yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa relokasi memiliki tahapan khusus, termasuk menentukan lokasi yang sesuai serta memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi warga yang direlokasi.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemkab Bogor terus berusaha merelokasi warga Desa Bojong Koneng yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Kami berharap relokasi ini dapat segera dilakukan. Pemkab Bogor bersama pihak Sentul City telah membahasnya dalam Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA), terutama terkait legalitas sertifikat tanah bagi lebih dari 900 warga Bojong Koneng,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (4/3/2025).
Sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana, Pemkab Bogor telah membuat peta identifikasi daerah rawan bencana di Bojong Koneng. Selain itu, Sentul City juga telah menyiapkan lahan pengganti bagi warga yang terdampak, salah satunya berada di wilayah Hambalang.
“Kami pernah membuat sebaran mitigasi daerah rawan bencana di Bojong Koneng. Saat itu, Sentul City sudah menyiapkan lahan pengganti untuk relokasi warga, salah satunya yang sudah kami kunjungi berada di Hambalang,” tutupnya.
(Pandu)







