Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun sanitary landfill sementara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga sebagai bagian dari upaya penanganan dan pengelolaan sampah yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Ya, sanitary landfill sementara akan dibangun di Galuga. Kemarin kami juga telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dan ada peluang kerja sama terkait pengelolaan TPA Galuga,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada SuaraBotim.Com, Selasa (21/5/25).
Meski demikian, Rudy mengungkapkan, bahwa masih ada tantangan regulasi yang harus diatasi. Salahsatunya adalah perlunya revisi beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena saat ini Kota dan Kabupaten Bogor belum termasuk dalam kategori wilayah yang pengelolaan sampahnya diatur oleh Peraturan Presiden.
“Sanitary landfill ini sebenarnya adalah proses bertahap. Bukan soal besaran anggaran, tetapi bagaimana kita menata sampah yang ada, kemudian menutupnya dengan tanah. Kita melihat potensi kerja sama yang bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, kolaborasi antara Kota dan Kabupaten Bogor menjadi kunci utama dalam merealisasikan proyek ini. Jika tanah dari wilayah Kota Bogor bisa dimanfaatkan, maka pembelian lahan dapat dihindari, sehingga proses bisa lebih efisien.
“Ini adalah kolaborasi bersama antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Sejak awal, kita memang satu kesatuan, karena dari sejarahnya kita bagian dari wilayah yang sama,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar pertemuan strategis dengan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor, membahas pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga pada Senin (19/5/25).
Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mendesak perbaikan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, Pemkab dan Pemkot Bogor telah sepakat untuk berpikir lebih besar dalam menangani masalah sampah.
“Kami ingin mengakhiri dikotomi antara sampah Kota dan Kabupaten Bogor. Saatnya membangun sistem pengelolaan sampah modern yang profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (20/5/25).
(Pandu)







