Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Setelah puluhan tahun mengalami pendangkalan, Setu Gunung Putri yang berada di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya akan dilakukan pengerukan.
Kegiatan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, bahwa proses pengerukan saat ini sudah masuk tahap tindak lanjut oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah, sekarang sudah berproses. Tim dari Dinas SDA Provinsi Jawa Barat sudah turun ke lokasi, sebanyak 15 orang diturunkan dan telah melakukan survei serta pemetaan lapangan selama lima hari di Setu Gunung Putri,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (25/7/25).
Daman Huri menyebut, bahwa permohonan pengerukan setu ini sudah diajukannya sejak tahun 2020, dan baru pada 2025 ini mendapat respon resmi dari pemerintah provinsi.
“Lima tahun surat saya baru dijawab, meskipun terlambat tapi tetap saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor dan Bapak Gubernur Jawa Barat yang akhirnya merespon kebutuhan warga,” ucapnya.
Setu Gunung Putri mengalami pendangkalan parah yang mengurangi kapasitas tampung air. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat akan banjir setiap musim penghujan tiba.
“Jika tidak segera dikeruk, air hujan akan meluap. Banjir yang terjadi sebelumnya bahkan mencapai selutut hingga satu meter lebih,” ungkap Daman Huri.
Daman Huri juga menegaskan, bahwa pengerukan ini merupakan langkah krusial, salahsatunya untuk mencegah terulangnya banjir yang kerap menghantui warga sekitar.
“InsyaAllah dengan adanya pengerukan pada minggu depan, kekhawatiran banjir bisa diatasi. Ini untuk keselamatan dan kenyamanan warga kami,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sejumlah relawan dari Gemawana Indonesia, Destana Gunung Putri, dan GP Rafting melakukan kegiatan bersih-bersih di Setu Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Aksi ini telah berlangsung selama empat hari, atas arahan Kepala Desa Gunung Putri, dan turut didampingi oleh tim dari Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Pembina Gemawana Indonesia, Capung menjelaskan, bahwa kegiatan ini difokuskan pada pembersihan eceng gondok yang tumbuh masif di permukaan setu.
“Kami berupaya membersihkan eceng gondok agar tekanan air tidak semakin tinggi. Apalagi hujan deras beberapa minggu lalu menyebabkan pendangkalan dan sejumlah titik mengalami banjir,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (18/7/25).
Menurut Capung, keberadaan eceng gondok yang mengendap dan membusuk turut menyumbang sedimentasi sehingga menyebabkan setu dangkal.
Ia mengungkapkan, kedalaman Setu Gunung Putri yang dulu bisa mencapai 6 meter, kini di beberapa titik hanya sekitar 4 meter.
“Kalau hanya dilakukan manual, tidak akan maksimal. Kita berharap ada bantuan alat berat dari pemerintah provinsi untuk pengerukan,” imbuhnya.
(Pandu)







