Ciomas, SuaraBotim.com – Tragedi ambruknya bangunan majelis di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, masih menyisakan duka mendalam.
Salah satu peserta kegiatan Maulid Nabi dari Pondok Pesantren Asobiyah, Bilqis, menceritakan detik-detik mengerikan saat musibah terjadi.
Menurut Bilqis, lantai dua bangunan majelis tersebut tiba-tiba runtuh ketika acara sedang berlangsung.
“Kemarin itu pas acara belum selesai, tiba-tiba ambruk begitu saja,” ungkapnya kepada SuaraBotim.Com, Senin (8/9/25).
Setelah itu, dirinya menggambarkan suasana mencekam saat bangunan roboh yang menyebabkan ratusan orang luka-luka.
“Seperti kiamat, orang-orang langsung lari dan teriak-teriak. Saya waktu itu ada di posisi tengah, langsung ikut lari menyelamatkan diri,” ucapnya.
Bilqis menuturkan, kejadian nahas itu terjadi usai pembacaan Marhaban Diba’i. Saat para jamaah duduk, lantai dua mendadak tidak kuat menahan beban.
“Itu belum masuk ke sesi ceramah, jadi memang masih awal acara,” jelasnya.
Diperkirakan lebih dari 300 orang jamaah hadir dalam acara tersebut, baik warga sekitar maupun dari luar desa. Namun, Bilqis menegaskan tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa bangunan akan roboh.
“Tidak ada tanda-tanda. Tiba-tiba saja ambruk,” katanya.
Diketahui, Peristiwa ini mengakibatkan 131 orang menjadi korban dengan 4 di antaranya meninggal dunia. Sebagian korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang.
(Pandu)







