Ciomas, SuaraBotim.Com – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban tragedi ambruknya Majelis Taklim As-Shobiyah di Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (7/9/25).
Salah satu korban meninggal dunia adalah Mae (64) seorang jamaah yang dikenal aktif mengikuti kegiatan pengajian di lingkungan sekitar.
Eki (42), menantu dari almarhumah, menceritakan detik-detik sebelum kejadian. Menurutnya, Mae memang rutin mengikuti majelis taklim dari Senin hingga Minggu. Bahkan, ia sering mengajak anak-anak untuk ikut serta dalam kegiatan keagamaan di madrasah.
“Pertama pasti shock, tidak menyangka akan seperti ini. Ibu sehari-hari memang rutin ikut pengajian. Waktu kejadian posisinya di dalam, saya di depan. Tiba-tiba bangunan langsung ambruk, semua berhamburan menyelamatkan diri,” ungkap Eki kepada SuaraBotim.Com, Selasa (9/9/25).
Eki menuturkan, meski tidak terlihat luka parah, bagian kepala sang mertua mengalami benturan.
“Kalau luka benda tumpul tidak ada, mungkin karena faktor usia fisiknya sudah tua. Pas evakuasi ibu masih ada, tapi tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Proses evakuasi dilakukan oleh anak kandung korban yang saat itu kebetulan sedang berada di dekat lokasi. Karena kondisi Mae semakin kritis, keluarga berinisiatif membawanya langsung ke rumah sakit.
“Awalnya dibawa ke klinik 24 jam, tapi tidak diterima karena kondisinya sudah parah. Lalu dibawa ke PMI. Sayangnya, di perjalanan ibu sudah tidak tertolong. Waktu diperiksa dokter, beliau dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Almarhumah Mae meninggalkan enam orang anak, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Jenazah langsung dimakamkan pada Minggu siang di pemakaman setempat.
“Pulang dari rumah sakit sekitar pukul 14.30 langsung dimakamkan. Kami hanya bisa minta doa, semoga umi diterima iman Islamnya,” katanya.
Selain Mae, salah satu anak korban juga mengalami luka parah hingga patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Tragedi ambruknya majelis taklim ini menjadi luka mendalam bagi keluarga besar Mae, sekaligus duka bagi masyarakat Ciomas.
(Pandu)







