Cisarua, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong rencana pembangunan transportasi kereta gantung atau Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) sebagai solusi mengatasi kemacetan kronis di kawasan Puncak.
Selain menjadi moda transportasi modern dan ramah lingkungan, proyek ini juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ekspose rencana pembangunan SSLRT menjadi langkah awal dari rangkaian panjang menuju realisasi proyek tersebut.
“Kegiatan Ekspose Suspended String Light Rail Transport atau SSLRT, sarana kereta gantung dirancang untuk mendukung mobilitas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto, Kamis (11/9/25).
Menurutnya, kata dia, proyek ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga membuka peluang besar dalam sektor pariwisata.
“Ekspose ini merupakan langkah awal menghadirkan solusi transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan,” tambahnya.
Adapun lintasan SSLRT nantinya akan dilengkapi enam stasiun pemberhentian, yakni Area Parkir Bus Gunung Mas (titik awal), Perluasan Rest Area Gunung Mas, Pakis Hill, Pinus Forest, Bukit Sumbul dan Puncak Pass (titik akhir).
Enam titik tersebut dipilih karena strategis untuk mendukung konektivitas sekaligus menjangkau lokasi-lokasi wisata unggulan di kawasan Puncak.
Rudy menegaskan, pembangunan SSLRT masih membutuhkan berbagai tahapan lanjutan, mulai dari kajian teknis, pembahasan skema pendanaan, hingga sinkronisasi dengan pemerintah pusat.
“Masih banyak tahapan proses yang harus dilalui. Namun, kami yakin SSLRT akan menjadi solusi transportasi sekaligus magnet wisata baru yang bisa menggerakkan perekonomian daerah,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengendara motor yang melintasi kawasan puncak, Abdul (34) mengatakan, bahwa terobosan tersebut sangat bagus karena untuk mengurai kemacetan.
“Ya bagus sih, kan bisa buat ngurai kemacetan juga. Karena kan tinggal naik aja kereta gantung, gausah repot-repot naik kendaraan gitu,” ucap dia.
Sebelumnya, Pemkab Bogor telah mengusulkan konsep SSLRT kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada 2024 dengan skema Business to Business (B2B).
Konsep tersebut mencakup penyediaan kereta gantung dengan enam stasiun yang menghubungkan Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.
Seperti diketahui, kawasan Puncak merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, kepadatan arus kendaraan terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang menjadi persoalan klasik yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Dengan adanya SSLRT, Pemkab Bogor berharap masyarakat dan wisatawan akan memiliki pilihan moda transportasi alternatif yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan.
(Pandu)







