Cibinong, SuaraBotim.Com – Transportasi massal terintegritas saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat menyoroti tantangan mobilitas di daerah yang kini berpenduduk hampir 6 juta jiwa.
Ajat menjelaskan, posisi Kabupaten Bogor sebagai bagian dari daerah aglomerasi Jakarta membuat kebutuhan akan sistem transportasi publik yang memadai semakin mendesak.
“Kalau semua pergerakan hanya mengandalkan kendaraan pribadi atau angkutan umum kecil dengan kapasitas 5 sampai 10 penumpang, maka dampaknya adalah kemacetan parah yang akan kita rasakan ke depan,” ujar Ajat kepda SuaraBotim.Com.
Menurutnya, PR utama Pemkab Bogor saat ini adalah membangun transportasi publik yang murah, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan moda transportasi yang lebih baik dan mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Kita harus mulai memikirkan pembangunan angkutan umum massal yang bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Citeureup, Aji (34), mengaku sangat berharap pemerintah segera menghadirkan moda transportasi massal yang memadai di Kabupaten Bogor.
“Kalau ada transportasi massal yang terjangkau dan nyaman, pasti banyak warga yang beralih dari kendaraan pribadi. Selain mengurangi kemacetan, juga bisa menghemat biaya perjalanan sehari-hari,” kata Aji
Dengan penduduk yang terus bertambah dan mobilitas tinggi, Pemkab Bogor dituntut untuk mempercepat langkah dalam menghadirkan sistem transportasi massal yang modern, terjangkau, dan berkelanjutan demi mendukung kualitas hidup masyarakat.
(Pandu)







