Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menambah jumlah unit bus listrik untuk memperkuat layanan transportasi publik ramah lingkungan.Bus listrik sedang menunggu penumpang di Shelter Cibinong. (Foto: Pandu Maulana/ SuaraBotim.Com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan saat ini Pemkab Bogor baru memiliki dua unit bus listrik yang masih dalam tahap uji coba pelayanan.
Meski belum berjalan optimal, keberadaan bus listrik tersebut dinilai sebagai langkah strategis Bupati Bogor dalam menghadirkan perubahan transportasi publik.
“Sekarang ada dua bus listrik yang mungkin belum optimal, belum bisa menyenangkan semua orang. Tapi ini langkah cukup strategis dari Pak Bupati untuk membawa perubahan di Kabupaten Bogor dalam hal transportasi publik,” ujar Ajat kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (27/9/25).
Ajat menjelaskan, bahwa Pemkab Bogor terus mengupayakan penambahan unit maupun trayek bus listrik, meskipun dilakukan secara bertahap.
“Kita usahakan, pasti akan ada penambahan, baik bus maupun trayek. Prosesnya memang pelan-pelan, tidak bisa sekaligus, karena kita juga punya skala prioritas seperti di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Namun, kebijakan transportasi publik tetap kita jalankan,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran bus listrik diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan.
“Kami berbenah, doakan saja kita bisa saling mendukung. Kami selaku pelayan masyarakat tentu ingin memberikan yang terbaik untuk kemudahan pergerakan penduduk itu sendiri,” tambahnya.
Saat ini, layanan bus listrik di Kabupaten Bogor masih gratis bagi masyarakat. Namun, Ajat menyebutkan bahwa ke depan Pemkab Bogor tengah mempersiapkan regulasi terkait pengelolaan dan kemungkinan penerapan tarif.
“Sekarang masih gratis, tapi ke depan akan kita pikirkan. Mimpi kita di 2026 sudah ada ke arah sana. Tentu harus dihitung dulu, dibentuk lembaganya, dan mekanismenya disiapkan dengan matang,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bus listrik Tegar Beriman yang beroperasi di Kabupaten Bogor kini telah memasuki bulan keenam sejak pertama kali diluncurkan. Layanan transportasi ramah lingkungan ini masih digratiskan dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satu sopir bus listrik Ilyas mengungkapkan, bahwa antusiasme masyarakat terhadap bus listrik sangat tinggi, terlebih karena rutenya mencakup wilayah yang belum banyak dilayani angkutan umum, seperti dari kawasan Tegar Beriman menuju Sentul.
“Alhamdulillah masih gratis sampai sekarang. Penumpangnya juga banyak yang terbantu, apalagi di jalur ini masih jarang angkutan umum,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (1/7/25).
Menurutnya, jumlah penumpang cukup bervariasi. Pada hari-hari biasa, bus lebih banyak digunakan oleh pelajar dari wilayah Sukaraja. Sementara itu, Jumat dan Sabtu menjadi hari tersibuk karena banyak warga, termasuk pegawai perkantoran di Tegar Beriman, yang sengaja ingin mencoba bus listrik ini.
“Banyak yang penasaran sama bus listrik. Kebanyakan orang dari perkantoran yang muter-muter buat coba. Rasanya sih sama aja kayak bus biasa, cuma ini metik,” jelas Ilyas yang sebelumnya bertugas sebagai anggota tim patroli di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Saat ini, kata dia, tersedia dua unit bus listrik dengan empat pengemudi yang bekerja secara shift. Operasional dimulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
Setelah pengisian daya (charging), bus kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari, dengan target minimal tiga rit setiap hari.
“Awalnya kami jalan empat rit sehari, tapi karena jumlah penumpang membludak sampai ada yang berdiri, akhirnya dibatasi. Sekarang maksimal 30 orang per rit,” terangnya.
Tak hanya warga, bahkan Bupati Bogor disebut beberapa kali ikut menggunakan moda transportasi ini. Masyarakat juga berharap armada bus listrik ditambah agar waktu tunggu lebih singkat dan cakupan layanan lebih luas.
(Pandu)







