Rancabungur, SuaraBotim.Com – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Atang Sendjaja, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dilaporkan kosong hampir sepekan terakhir.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga yang setiap hari mengandalkan Pertalite untuk aktivitas mereka.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan warga melalui unggahan video akun TikTok @mangkifly pada Kamis (2/10/25). Dalam videonya, ia mengungkapkan bahwa masyarakat di Rancabungur kesulitan mendapatkan Pertalite lantaran SPBU terdekat tidak lagi menyediakan bahan bakar tersebut.
“Pertalite hilang di SPBU Atang Sanjaya Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor. Warga yang melintas atau tinggal di sekitar Rancabungur jadi kebingungan karena tidak ada Pertalite,” ujarnya.
Menurutnya, dampak kekosongan ini dirasakan langsung oleh berbagai kalangan, mulai dari pedagang sayur, ojek online, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Warga bahkan terpaksa membeli Pertalite ke SPBU lain yang jaraknya mencapai tujuh hingga delapan kilometer.
“Sekarang untuk beli Pertalite harus ke SPBU lain. Itu jauh, bisa sampai delapan kilometer. Sementara, tukang sayur, ojol, dan masyarakat kecil paling merasakan susahnya,” tambahnya.
Ia menyebutkan, kekosongan Pertalite di SPBU Atang Sanjaya terjadi karena adanya sanksi dari PT Pertamina. SPBU tersebut dilarang menjual Pertalite sementara waktu akibat dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum operator.
“SPBU ini kena sanksi Pertamina karena ada operator nakal. Tapi masyarakat yang jadi korban. Padahal oknum tersebut sudah dipecat, tapi kenapa SPBU tetap disanksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, warga menilai SPBU Atang Sanjaya selama ini telah beroperasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka meminta Pertamina segera memberikan solusi agar masyarakat tidak terus dirugikan.
“Kami berharap Pertamina bisa segera memberi solusi, jangan hanya memberi sanksi. Kalau begini, masyarakat kecil makin sulit dan pengusaha SPBU juga rugi,” pungkasnya.
(Pandu)







