Cibinong, SuaraBotim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mengkaji rencana pembangunan jalur kereta api khusus angkutan tambang yang akan melintas di koridor Parungpanjang–Jasinga.
Rencana ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas kendaraan tambang yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah ruas jalan Kabupaten Bogor.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menjelaskan bahwa jalur tersebut tidak hanya dirancang untuk angkutan penumpang, tetapi juga diproyeksikan sebagai jalur logistik tambang.
“Apalagi kalau jalur Parungpanjang–Jasinga bisa terwujud, selain untuk penumpang juga direncanakan menjadi jalur angkutan tambang. Jadi nanti kereta api untuk angkutan tambang bisa lewat sana,” ujar Bambam kepada SuaraBotim.Com, Jumat (7/11/25).
Menurutnya, kehadiran jalur kereta khusus tambang ini akan berdampak besar pada pengurangan beban jalan raya yang saat ini dipadati truk-truk pengangkut material.
Dengan beralihnya angkutan tambang ke moda kereta, Pemkab Bogor menilai kerusakan jalan dapat ditekan secara signifikan.
“Dengan adanya jalur tersebut, jalan raya kita tidak lagi terlalu terbebani angkutan tambang,” jelasnya.
Namun Bambam menegaskan bahwa rencana ini merupakan proyeksi jangka menengah, dengan estimasi realisasi sekitar lima tahun ke depan.
“Kita usulkan, kita kaji dulu. Mudah-mudahan versi kita di Kabupaten Bogor, pembangunan ini bisa lebih cepat dan membawa kemajuan bagi wilayah,” terangnya.
Bambam menyebut bahwa saat ini Pemkab Bogor masih berada pada tahap pengkajian awal. Sementara itu, proyek transportasi yang sudah dipastikan berjalan adalah jalur LRT yang akan melintas wilayah Kabupaten Bogor.
“Yang sudah pasti itu LRT ke Bogor. Di Kabupaten Bogor hanya melintas saja, kalau tidak salah ada titik pemberhentian di daerah Sukaraja dan di pinggir jalan tersebut. Ujungnya ada di Kota Bogor. Konsep perencanaannya ada di pemerintah pusat,” tutupmya.
(Pandu)







