SuaraBotim.Com — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor terus melakukan lompatan inovasi. Salah satu terobosan utamanya adalah pengembangan SIMPADAM Pro, sebuah aplikasi internal yang dirancang untuk memangkas waktu respons (response time) penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa SIMPADAM Pro berfungsi sebagai “otak digital” bagi petugas di lapangan.
“Melalui aplikasi ini, seluruh proses tercatat secara terintegrasi, mulai dari laporan awal, pergerakan personel, hingga komunikasi real-time menuju lokasi kejadian. Petugas bisa mengetahui detail jenis kejadian dan kebutuhan peralatan bahkan sebelum tiba di lokasi,” ujar Yudi kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (10/1/2026).
Ke depan, Damkar Bogor berencana mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) di lokasi-lokasi publik yang berisiko tinggi seperti pasar, hotel, dan pusat perbelanjaan.
“Sensor akan mendeteksi suhu jika mencapai titik tertentu, misalnya 60 derajat Celsius, lalu otomatis mengirim sinyal ke Command Center. Dengan sistem ini, petugas bisa langsung berangkat meski warga belum sempat melapor,” jelas Yudi.
Tidak hanya untuk si jago merah, SIMPADAM Pro juga mendukung operasi penyelamatan reptil seperti ular. Berdasarkan data ketinggian wilayah, vegetasi, dan suhu yang terekam di aplikasi, petugas dapat memprediksi jenis ular yang dilaporkan warga.
“Informasi ini kami gunakan untuk memberikan edukasi awal kepada masyarakat agar tidak panik sebelum tim penyelamat sampai,” tambahnya.
Saat ini, sistem tersebut sudah terintegrasi dengan jaringan CCTV jalanan di Kabupaten Bogor untuk memantau potensi insiden secara visual. Namun, untuk wilayah pemukiman, Yudi menegaskan bahwa peran aktif laporan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam kecepatan penanganan darurat.
(Retza)







