SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah didera persoalan finansial serius setelah diketahui mengalami gagal bayar terhadap sejumlah vendor atau penyedia jasa. Kondisi ini memicu reaksi keras dari legislatif yang meminta evaluasi total terhadap sistem perencanaan anggaran daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, membenarkan bahwa kewajiban Pemkab terhadap mitra kerja belum sepenuhnya terselesaikan, baik dari sisa tahun anggaran lalu maupun tahun berjalan.
“Betul, ada beberapa vendor yang pembayarannya belum beres. Ini harus jadi bahan evaluasi bersama. Saat merencanakan program, kita harus benar-benar melihat realitas sumber pendapatan,” ujar Sastra kepada Aktualita.co.id, Kamis (22/1/2026).
Sastra mengungkap bahwa akar masalah dari kekosongan kas untuk membayar pihak ketiga ini adalah ketidakakuratan dalam proyeksi keuangan.
“Penyebabnya salah hitung, dan memang ada potensi pendapatan daerah kita yang berkurang. Ini pembelajaran mahal, orang-orang yang bertanggung jawab mengelola anggaran juga perlu dibenahi,” tegasnya.
Meski banyak kontraktor yang kini mengeluh karena modal kerja mereka tertahan, Sastra menyebut pihak eksekutif sudah memberikan sinyal hijau terkait penyelesaian utang tersebut. Berdasarkan koordinasi dengan Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), pembayaran akan diprioritaskan dalam waktu dekat.
“Pak Bupati dan Pak Sekda sudah menyampaikan, insyaallah kewajiban yang tertunda akan diselesaikan pada Februari mendatang,” ungkap politisi Gerindra tersebut.
DPRD Kabupaten Bogor memastikan akan mengawal ketat proses pelunasan ini agar tidak mengganggu iklim investasi dan kepercayaan pelaku usaha terhadap pemerintah daerah. Sastra mengajak semua pihak untuk lebih jeli mengawasi jalannya roda pemerintahan agar kesalahan fatal dalam manajemen anggaran tidak terulang di masa depan.
(Retza)







