Cibinong, SuaraBotim.Com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor meminta pengusutan secara menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang masih marak terjadi di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Permintaan tersebut menyusul adanya dugaan musibah di kawasan tambang emas ilegal Pongkor yang menimbulkan korban jiwa.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan bahwa DPRD secara kelembagaan mendorong agar persoalan tambang ilegal di Nanggung diusut hingga tuntas, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Dari DPRD, termasuk saya selaku ketua, tentu mendorong agar persoalan ini diusut tuntas. Ke depan kami akan meminta pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik,” ujar Sastra kepada SuaraBotim.Com, Rabu (21/1/2026).
Sastra menekankan, selain penegakan hukum, pemerintah daerah juga perlu memikirkan solusi ekonomi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan ilegal.
Menurutnya, lanjut Sastra, pendekatan sosial dan ekonomi menjadi penting agar masyarakat tidak kembali melakukan praktik berbahaya tersebut.
“Ketika masyarakat sudah tidak bisa mencari penghasilan dari aktivitas itu, pemerintah daerah harus hadir dan mencari solusi, bagaimana mereka tetap bisa menghidupi keluarganya dengan cara yang aman dan legal,” jelasnya.
Terkait dugaan kebakaran dan munculnya asap di lokasi tambang ilegal tersebut, Sastra mengaku, pihaknya belum menerima laporan resmi dari kepolisian. Namun demikian, DPRD meminta agar setiap dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja dapat ditindak secara tegas.
“Kalau memang ada kesalahan prosedur, tentu kami minta kepada penegak hukum untuk mengusutnya, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” tegasnya.
Selain itu, DPRD Kabupaten Bogor juga menyoroti perbedaan data jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi kepolisian, jumlah korban dilaporkan sebanyak lima orang, sementara Gubernur Jawa Barat menyebutkan adanya sembilan korban.
“Nah, itulah sebabnya besok ada rencana Pak Kapolda datang ke lokasi. Kita ingin memastikan sebenarnya berapa jumlah korban jiwa yang terjadi di kawasan Pongkor tersebut,” pungkasnya.
(Pandu)







