Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat mengajukan Bantuan Tidak Terduga (BTT) guna melakukan rehabilitasi ruang kelas menyusul ambruknya atap gedung dua lantai di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pasca kejadian tersebut, pihak KCD langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Jawa Barat, Cucu Salman, mengatakan koordinasi dengan Disdik Jawa Barat dilakukan secara cepat melalui pertemuan daring.
“Tadi juga langsung kami lakukan rapat Zoom dengan Disdik Jawa Barat berkaitan dengan evaluasi kejadian tersebut,” ujar Cucu Salman kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (24/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Disdik Jawa Barat memberikan arahan agar pihak sekolah tetap mengamankan proses pembelajaran serta segera menempuh langkah administrasi terkait kejadian yang terjadi.
“Beliau mengarahkan agar sekolah yang mengalami musibah ini mengambil langkah-langkah pengamanan pembelajaran, kemudian segera mengajukan nota dinas terkait kronologis kejadian,” jelasnya.
Selain itu, KCD Wilayah I juga telah mengirimkan laporan permohonan Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk percepatan rehabilitasi ruang kelas yang terdampak.
“Kami sudah mengirimkan permohonan BTT untuk segera dilakukan rehabilitasi, tidak hanya untuk tiga ruang kelas yang terdampak, tetapi juga ruangan lain yang dibangun pada periode yang sama dan dikhawatirkan berpotensi mengalami musibah berikutnya,” ungkapnya.
Cucu menambahkan, pihak sekolah bersama KCD telah menyusun proposal permohonan bantuan yang dilengkapi dengan pengantar resmi dari Cabang Dinas Pendidikan dan telah disampaikan kepada Disdik Jawa Barat.
“Proposal sudah dibuat oleh kepala sekolah dan jajaran, kemudian kami buatkan pengantar dari KCD untuk disampaikan ke Disdik Jawa Barat dan diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat agar dapat segera menurunkan bantuan tanggap darurat,” tutupnya.
(Pandu)







