Jakarta, SuaraBotim.Com — Ada yang berbeda dari perhelatan Festival Project Mata Kuliah Universitas Esa Unggul tahun ini. Tugas-tugas kuliah yang biasanya hanya tersimpan di folder komputer, kini bertransformasi menjadi karya nyata berupa buku yang siap dinikmati publik.
Kegiatan yang digelar di Kemala Ballroom Kampus Jakarta, Selasa (27/1/2026) ini, memamerkan hasil kolaborasi antara mahasiswa dengan penerbit Jendela Puspita. Inisiatif ini membuktikan bahwa luaran proses akademik memiliki nilai ekonomi dan literasi yang tinggi jika dikelola dengan serius.
“Kami ingin mahasiswa menyadari bahwa tulisan mereka layak diapresiasi dan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar perwakilan Jendela Puspita kepada Aktualita.co.id.
Ajang yang melibatkan total 1.379 karya mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja. Ia menekankan bahwa kualitas karya yang dipamerkan mencerminkan potensi besar generasi muda dalam dunia literasi dan riset.
“Karya mahasiswa yang dipamerkan ini kualitasnya sangat bagus. Namun yang paling penting bagi kami adalah prosesnya yang tetap menjunjung tinggi kejujuran dan orisinalitas,” tegas Arief Kusuma saat meninjau lokasi pameran.
Untuk memotivasi para kreator muda, Jendela Puspita juga memberikan penghargaan berupa paket buku senilai total Rp2,5 juta bagi karya terbaik dari lima mata kuliah umum. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk lebih percaya diri dalam mengeksplorasi ide dan melakukan aktualisasi diri melalui tulisan.
Melalui festival ini, Universitas Esa Unggul ingin mengirimkan pesan kuat bahwa tugas kuliah tidak harus berhenti di meja dosen. Dengan pendampingan dan wadah yang tepat, tugas rutin akademik dapat menjadi portofolio profesional yang memiliki dampak nyata di luar ruang kelas.
(Sheila)







