Sukamakmur, SuaraBotim.Com — Isu miring membayangi musibah pergeseran tanah di Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Di tengah duka, sejumlah warga melaporkan dugaan adanya aktivitas pembangunan perumahan di sekitar lokasi yang ditengarai menjadi pemicu pergerakan tanah.
Aduan tersebut disampaikan langsung oleh warga saat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengunjungi tenda darurat untuk berdialog dengan para pengungsi, Jumat (30/1/2026).
“Tadi saya bertemu warga di tenda. Ada yang menyampaikan dugaan dampak dari pembangunan dan lain sebagainya di sekitar lokasi bencana,” ungkap Rudy Susmanto kepada SuaraBotim.Com.
Meski menerima laporan sensitif tersebut, Rudy menegaskan bahwa fokus jangka pendek pemerintah daerah adalah memastikan keselamatan 60 KK terdampak. Namun, ia menjamin seluruh masukan masyarakat tidak akan didiamkan begitu saja.
“Kami berfokus menyelamatkan warga dulu. Tetapi segala saran dan masukan tidak kami diamkan, akan segera kami tindak lanjuti. Jika memang ditemukan indikasi pelanggaran lingkungan pada pembangunan di wilayah sekitar, kami pasti akan tindak tegas,” kata Rudy.
Mengenai status perizinan perumahan yang dimaksud warga, Rudy meminta waktu singkat untuk melakukan penelusuran dokumen dan kajian teknis di lapangan. “Insyaallah tidak menunggu berhari-hari, besok (Sabtu) akan segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.
Kepala Desa Pabuaran, Deden Aden, membenarkan adanya aktivitas pembangunan di wilayah yang berdekatan dengan titik bencana, salah satunya adalah Perumahan Sajiva. Kendati demikian, Deden belum bisa memastikan apakah proyek tersebut berkaitan langsung dengan bencana yang terjadi.
“Perumahan itu memang ada. Soal perizinannya kemungkinan ada, tapi nanti saya cek dulu tahun berapa izinnya keluar. Untuk izin lingkungan sepertinya sudah ada,” jelas Deden.
Deden juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati yang dinilai sangat tanggap. Ia sepakat bahwa saat ini prioritas utama adalah penanganan kemanusiaan, sementara audit teknis akan berjalan beriringan sesuai arahan pimpinan daerah.
(Retza)







