Kota Bogor, SuaraBotim.Com – Semangat gotong royong warga Perumahan Pakuan Regency, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, berbuah manis. Setelah bahu-membahu selama hampir tujuh bulan, mereka akhirnya meresmikan berdirinya Surau Tajur Agung, Minggu (8/2/2026).
Berdiri megah di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) seluas hampir 700 meter persegi, bangunan ini sengaja diberi nama “Surau”, bukan masjid atau musala.
Ketua Panitia Pembangunan, Arifin, menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut memiliki filosofi tersendiri. Warga menginginkan tempat ini menjadi pusat aktivitas yang inklusif, tidak hanya untuk ritual ibadah mahdhah, tetapi juga untuk musyawarah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dari diskusi warga, kami sepakat lahan ini harus mengakomodasi berbagai kegiatan. Makanya namanya Surau. Tidak hanya dipakai untuk salat, tapi juga pusat kegiatan warga lainnya,” ungkap Arifin kepada SuaraBotim.Com.
Peresmian pusat kegiatan umat ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Kang Jenal sapaan akrabnya tampak kagum dengan kekompakan warga yang mampu membangun fasilitas publik secara mandiri tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah.
“Hari ini saya menyaksikan bukti nyata bahwa swadaya masyarakat di Bogor Barat telah tumbuh luar biasa. Warga bersama-sama membangun kotanya dari lingkup terkecil,” ujar Jenal.
Mewakili Pemerintah Kota Bogor, Jenal mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan warga yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan hartanya. Keberadaan Surau Tajur Agung diharapkan menjadi simbol kerukunan warga Pakuan Regency.
“Insyaallah surau ini bermanfaat untuk semua. Tolong dirawat dan dimakmurkan dengan kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya.
(Retza)







