Sukaraja – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova. Usai meninjau kondisi SDN 02 Sasanawiyata, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Senin (9/2/2026), pria yang akrab disapa Vio ini mengaku prihatin sekaligus merasa bersalah atas kondisi sekolah yang sangat tidak layak tersebut.
“Ini kesalahan dan kelalaian saya. Selama tujuh tahun menjabat sebagai anggota dewan, ternyata masih ada sekolah dengan kondisi seperti ini di wilayah saya,” ujar Vio dengan nada bicara penuh sesal.
Kunjungan mendadak ini dilakukan Vio setelah dirinya menerima “tamparan” aspirasi dari masyarakat saat agenda Reses Dapil I di hari yang sama. Ia tidak menyangka masih ada sekolah yang jaraknya tidak jauh dari pusat pemerintahan namun luput dari sentuhan perbaikan selama puluhan tahun.
Berdasarkan data di lapangan, bangunan sekolah ini ternyata berdiri sejak tahun 1982 dan belum pernah sekalipun mendapatkan rehabilitasi total atau pembangunan ulang. Selama 44 tahun, tiang-tiang penyangga telah lapuk dimakan usia dan beton-betonnya mulai rapuh.
Bahkan, ada satu ruang kelas yang sudah dikosongkan selama enam tahun karena takut ambruk. Sementara itu, dua kelas lainnya yang kondisinya tak kalah buruk, terpaksa masih digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Kami sangat khawatir. Ini menyangkut nyawa siswa dan guru. Kondisinya sudah harus dibangun baru, bukan lagi sekadar rehab ringan,” tegas politisi yang mewakili Dapil I tersebut.
Tidak mau hanya sekadar meninjau, Vio yang didampingi Anggota Komisi III, H. Achmad Maulana, menegaskan bahwa seluruh legislator Dapil I telah satu suara. Mereka akan mendesak Dinas Pendidikan agar pembangunan SDN 02 Sasanawiyata masuk dalam skala prioritas utama.
“Kami dorong masuk di anggaran perubahan parsial tahun 2026 atau paling lambat APBD 2027. Kita tidak bicara lintas komisi lagi, tapi ini kepentingan bersama demi masa depan anak-anak di Sukaraja,” tambahnya.
Senada dengan Vio, H. Achmad Maulana menekankan bahwa sekolah yang rusak berat harus segera diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum jatuh korban jiwa akibat bangunan yang runtuh.
(Retza)







