SUARABOTIM.COM – Pesta rakyat adu karbit atau adu kuluwung yang digelar di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian puluhan ribu pengunjung. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin (23/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026), ini mencatat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
Diperkirakan pada Selasa (24/3) sekitar 20.000 orang dari berbagai daerah memadati lokasi acara, baik di Desa Sukajadi maupun Desa Kutamekar. Tradisi khas Bogor Timur ini pun menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cariu, Agus Sopyan menjelaskan, tradisi adu karbit sejatinya sudah lama dikenal dan rutin digelar oleh masyarakat, meski tidak setiap tahun.
“Tradisi ini sudah ada sejak lama. Dulu biasanya dilaksanakan dua sampai tiga tahun sekali. Untuk tahun ini, kembali digelar setelah tiga tahun sebagai bagian dari upaya melanjutkan pesta rakyat,” ujar Agus kepada SuaraBotim.Com, Rabu (25/3/2026).
Ia juga mengungkapkan, tradisi ini memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat, khususnya sebagai bentuk mengenang peristiwa masa lalu.
“Kalau di Desa Kutamekar, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk mengenang sejarah, di mana dulu wilayah Sukajadi dan Kutamekar pernah mengalami peristiwa penyerangan pada masa penjajahan. Ini menjadi cara untuk menjaga memori kolektif masyarakat,” jelasnya.
Menurut Agus, tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi agenda budaya yang dinantikan dan terus dilestarikan oleh warga sekitar maupun daerah lainnya.
Meski persiapan dan promosi dilakukan dalam waktu relatif singkat, kegiatan ini tetap mampu menarik perhatian masyarakat luas.
“Walaupun promosinya terbilang singkat, informasi cepat menyebar hingga ke Jakarta, Cikarang, dan daerah lainnya. Alhamdulillah, ini bisa menjadi daya tarik wisata,” ucapnya.
Ia menyebutkan, jumlah pengunjung di Desa Kutamekar diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang, sementara di Desa Sukajadi mencapai hampir 15.000 orang, sehingga total keseluruhan mencapai sekitar 20.000 pengunjung.
Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Bogor, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Karawang, Cikarang, Ciseeng, Bogor Barat, Cibungbulang, hingga Purwakarta.
Dengan tingginya minat masyarakat, tradisi adu karbit diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di wilayah Bogor Timur.
(Pandu)







