SUARABOTIM.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung kesiapan Pasar Jambu Dua yang diproyeksikan menjadi rumah baru bagi ratusan pedagang terdampak penataan kawasan pusat kota. Peninjauan yang dilakukan pada Minggu (29/3/2026) ini fokus pada kesiapan daya tampung, akses logistik, hingga kenyamanan sarana penunjang.
Dedie menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen menyediakan lokasi relokasi yang representatif agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu selama proses transisi.
“Pasar Jambu Dua kami siapkan sebagai lokasi relokasi yang layak. Kami pastikan daya tampung mencukupi, area bongkar muat sayur-mayur lancar, dan fasilitas seperti lampu penerangan serta akses jalan terus diperbaiki,” ujar Dedie A. Rachim di sela peninjauan.
Sekitar 200 pedagang diperkirakan akan mulai menempati lapak di Pasar Jambu Dua dalam beberapa hari ke depan. Untuk meringankan beban perpindahan, Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama pihak pengembang telah menyiapkan sejumlah insentif khusus bagi para pedagang yang bersedia direlokasi.
“Ada insentif yang diberikan untuk mendukung kelancaran proses pemindahan ini. Kami ingin para pedagang merasa didukung dalam memulai usaha di lokasi baru,” tambah Dedie.
Langkah relokasi ini dibarengi dengan tindakan tegas di lapangan. Pemkot Bogor akan terus melakukan penertiban dan pembatasan akses bagi pedagang yang masih nekat berjualan di badan jalan maupun trotoar di sekitar Pasar Bogor.
“Kami mengajak masyarakat untuk mulai beralih berbelanja ke dalam Pasar Jambu Dua. Penataan ini demi ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan kita bersama sebagai warga Kota Bogor,” pungkasnya.







