SUARABOTIM.COM – Pelantikan beberapa pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Kamis (16/7/2026), menjadi momen istimewa bagi M. Arief Budiman (41).
Aparatur Sipil Negara (ASN) penyandang disabilitas tunanetra itu resmi dilantik sebagai Kepala Seksi (Kasi) Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cibinong.
Pelantikan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk mengabdi dan berkarier di pemerintahan.
Dengan dedikasi dan kerja keras, Arief berhasil menapaki perjalanan kariernya hingga dipercaya mengemban jabatan strategis.
Usai dilantik, Arief mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang kini diembannya.
“Yang pasti senang. Ini amanah yang saya pikir tidak kecil, jadi harus saya jaga. Apa yang diharapkan Pak Bupati dengan posisi saya ini insyaallah akan saya laksanakan, karena amanahnya tidak ringan,” ujar Arief kepada SuaraBotim.Com.
Arief menceritakan, dirinya diangkat menjadi PNS pada tahun 2020. Sebelum menjadi ASN, ia lebih dulu mengabdikan diri sebagai tenaga honorer dengan mengajar komputer di sekolah tunanetra sekitar tahun 2018. Ia juga sempat bekerja sebagai telemarketing di Bank Permata.
Saat menjadi ASN, Arief memulai karier sebagai staf perencana di Bappedalitbang Kabupaten Bogor selama hampir lima tahun. Selama bertugas, ia memilih fokus bekerja secara maksimal tanpa menjadikan keterbatasannya sebagai alasan.
“Prinsip saya, keterbatasan bukan penghalang. Saya bekerja secara optimal sesuai kemampuan yang saya miliki. Alhamdulillah pimpinan melihat kinerja itu,” katanya.
Berkat dedikasi tersebut, pada tahun 2025 Arief dipercaya menjadi Sekretaris Kelurahan Ciriung. Dalam perjalanan tugasnya, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Ciriung.
Tak berselang lama, Bupati Bogor kembali memberikan kepercayaan dengan melantiknya sebagai Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Cibinong pada Kamis (16/7/26).
Bagi Arief, jabatan yang diterimanya bukan sekadar bentuk promosi, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.
Ia mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap penugasan, mulai dari Bappedalitbang, Kelurahan Ciriung hingga kini di Kecamatan Cibinong.
“Saya kerja totalitas saja. Apa yang bisa saya lakukan, saya lakukan secara optimal,” tuturnya.
Kisah Arief menjadi inspirasi bahwa semangat, integritas, dan profesionalisme mampu mengalahkan segala keterbatasan. Perjalanan kariernya juga menjadi contoh bahwa kesempatan yang setara di lingkungan birokrasi dapat membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi secara maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat.
(Pandu)







